Car Keluar dari Mobil Saat Terjebak Banjir

- Segera buka jendela sebelum sistem kelistrikan mati
- Lepaskan sabuk pengaman dan prioritaskan anak-anak
- Samakan tekanan kabin jika pintu tetap tidak bisa dibuka
Terjebak di dalam mobil yang mulai terendam banjir merupakan situasi darurat yang memicu kepanikan luar biasa. Dalam kondisi ini, setiap detik sangatlah berharga dan keputusan yang diambil secara cepat serta tenang akan menentukan keselamatan nyawa seluruh penumpang di dalam kabin.
Banyak orang melakukan kesalahan fatal dengan tetap berdiam diri di dalam mobil sambil menunggu bantuan datang atau mencoba menghidupkan mesin kembali. Padahal, air yang terus naik akan meningkatkan tekanan hidrolik pada pintu dan mematikan sistem kelistrikan, sehingga peluang untuk keluar semakin mengecil seiring bertambahnya ketinggian air.
1. Segera buka jendela sebelum sistem kelistrikan mati

Langkah paling krusial saat mobil mulai terjebak genangan air yang tinggi adalah segera membuka semua jendela. Jangan menunggu hingga air menutupi pintu, karena tekanan air dari luar akan membuat pintu mustahil untuk dibuka secara manual. Selama sistem kelistrikan masih berfungsi, gunakan tombol power window untuk menurunkan kaca sepenuhnya agar tersedia jalur keluar bagi penumpang.
Jika jendela macet atau sistem kelistrikan sudah mati total, jangan membuang tenaga untuk menendang kaca depan yang sangat kuat karena didesain tahan benturan. Gunakan alat pemecah kaca darurat atau lepaskan sandaran kepala (headrest) jok mobil, lalu hantamkan ujung besinya ke pojok jendela samping. Begitu kaca pecah, air akan masuk dengan cepat ke dalam kabin, namun ini adalah satu-satunya cara untuk menyamakan tekanan agar penumpang bisa segera keluar.
2. Lepaskan sabuk pengaman dan prioritaskan anak-anak

Kepanikan sering kali membuat orang lupa melepaskan sabuk pengaman yang justru bisa mengunci tubuh saat mobil mulai miring atau terbalik di dalam air. Segera lepaskan sabuk pengaman diri sendiri terlebih dahulu agar memiliki ruang gerak untuk membantu penumpang lainnya. Jika sabuk pengaman macet akibat tekanan, gunakan benda tajam atau pemotong sabuk darurat yang biasanya tersedia pada alat keselamatan multifungsi.
Setelah bebas, berikan bantuan kepada anak-anak atau lansia terlebih dahulu. Instruksikan anak-anak untuk keluar melalui jendela yang sudah terbuka dan pastikan mereka tetap berada di atas atap mobil atau berpegangan pada objek yang mengapung jika arus air sangat deras. Keluar dari mobil secara bergantian dengan tetap menjaga kontak fisik agar tidak terhanyut oleh arus air yang sering kali tidak terlihat kekuatannya dari dalam kabin.
3. Samakan tekanan kabin jika pintu tetap tidak bisa dibuka

Apabila jendela tidak bisa dibuka dan tidak ada alat untuk memecahkannya, maka jalan terakhir adalah menunggu hingga air mengisi sebagian besar kabin mobil. Strategi ini terdengar menakutkan, namun secara fisika, pintu mobil tidak bisa dibuka karena perbedaan tekanan yang besar antara air di luar dan udara di dalam. Dengan membiarkan air masuk ke dalam kabin hingga mencapai setinggi dada atau leher, tekanan di dalam dan di luar akan menjadi seimbang.
Saat tekanan sudah seimbang, ambil napas dalam-dalam, tarik tuas pintu, dan dorong dengan kaki sekuat tenaga. Begitu pintu terbuka, segera berenang keluar menuju permukaan atau mencari tumpuan yang lebih tinggi. Hindari membawa barang berharga yang berat karena akan menghambat pergerakan di dalam air. Fokus utama adalah mencapai tempat yang aman dan segera mencari bantuan medis untuk memeriksa potensi hipotermia atau cedera lainnya.


















