Ferrari Siap Patenkan Teknologi Rem Otomatis, Solusi Buat Mobil Ceper!

- Supercar menghadapi masalah di jalan umum
- Ferrari mengembangkan sistem pengereman otomatis
- Teknologi ini belum pasti akan hadir di mobil produksi
Bagi pemilik supercar, polisi tidur dan jalan berlubang bisa jadi mimpi buruk. Sebab ground clearance mobil jenis ini biasanya sangat rendah alias ceper. Sehingga, ketika melewati polisi tidur atau jalan berlubang, mobil kerap gasruk ke jalan. Kalau sudah begitu, komponen seperti splitter depan berisiko rusak. Biaya perbaikannya, tentu saja mahal.
Ferrari tampaknya menyadari persoalan klasik ini. Karena itu pabrikan asal Italia ini kemudian mengembangkan sistem pengereman otomatis yang mampu mendeteksi potensi gesekan bagian bawah mobil dengan jalan. Dengan teknologi ini, Ferrari bisa memberikan perlindungan tambahan pada supercar mereka tanpa mengurangi performa dan kenyamanan pengemudi.
Saat ini, Ferrari tengah bersiap untuk mematenkan teknologi rem otomatis mereka.
1. Masalah klasik supercar di jalan umum

Supercar dirancang untuk lintasan balap dengan bodi ceper, ground clearance rendah, serta splitter lebar. Desain ini memang optimal untuk kecepatan tinggi dan kestabilan, tetapi menjadi masalah saat harus digunakan di jalan raya. Tak jarang, pengemudi supercar khawatir bagian depan mobil akan menyentuh aspal ketika melewati polisi tidur atau jalan bergelombang.
Selama ini, beberapa merek sudah menawarkan solusi berupa sistem pengangkat poros depan yang bisa menaikkan hidung mobil beberapa sentimeter. Namun, sistem ini dinilai masih terbatas karena bergantung pada reaksi pengemudi yang kadang terlambat atau lupa mengaktifkannya. Ferrari mencoba melangkah lebih jauh dengan menghadirkan pencegahan otomatis melalui teknologi rem.
2. Cara kerja paten rem otomatis Ferrari

Dalam dokumen paten yang dilaporkan oleh Carscoops, Ferrari menjelaskan sistemnya akan menggunakan sensor khusus untuk mendeteksi ketinggian objek di depan mobil. Jika terdeteksi rintangan yang terlalu tinggi, sistem akan memberi peringatan suara kepada pengemudi. Menariknya, jika peringatan ini diabaikan dan pengemudi tetap melaju, maka sistem akan mengaktifkan pengereman otomatis untuk mencegah mobil maju lebih jauh.
Ferrari juga tidak mengandalkan data kecepatan dari komputer mobil seperti biasanya. Sebaliknya, sistem ini menghitung kecepatan secara real-time dengan mengukur jarak antara dua titik melalui sensor. Pendekatan matematis ini dianggap lebih akurat dan efisien dalam kondisi jalan yang kompleks.
3. Integrasi dengan teknologi modern

Ferrari bahkan menambahkan fitur tambahan berupa notifikasi ke ponsel atau layar infotainment. Langkah ini kemungkinan untuk mengantisipasi kompetitor agar tidak mematenkan teknologi serupa. Dengan begitu, pengemudi bisa menerima peringatan lebih cepat, baik secara visual maupun suara.
Sebagai perbandingan, Porsche dan Chevrolet sudah menggunakan sistem pengangkat poros yang dilengkapi dengan GPS memori. Sistem tersebut secara otomatis akan menaikkan bagian depan mobil ketika mendekati lokasi tertentu, misalnya rumah atau kantor, yang sudah diprogram sebelumnya. Ferrari tampaknya berusaha menghadirkan alternatif yang lebih praktis tanpa harus menambah banyak bobot mobil.
4. Belum tentu hadir di mobil produksi

Meski terdengar menjanjikan, penting untuk diingat bahwa teknologi ini baru sebatas aplikasi paten. Belum ada kepastian apakah sistem rem otomatis anti-gasruk ini akan benar-benar dipasang di supercar Ferrari masa depan. Namun, jika dikembangkan lebih lanjut, fitur ini berpotensi menghemat biaya perbaikan ribuan dolar bagi pemilik, sekaligus menambah nilai jual Ferrari dibanding pesaingnya.
Pada akhirnya, inovasi Ferrari ini menunjukkan bagaimana supercar modern tidak hanya fokus pada performa, tetapi juga kenyamanan dan perlindungan komponen mahal. Jika teknologi ini berhasil diwujudkan, para pemilik Ferrari bisa lebih tenang melintasi jalan perkotaan tanpa khawatir splitter depan mobil mereka menyentuh aspal.