Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Geely Jadi Produsen China Pertama yang Kantongi Sertifikasi ADAS Uni Eropa

Geely Jadi Produsen China Pertama yang Kantongi Sertifikasi ADAS Uni Eropa
potret dimensi Geely EX5 (global.geely.com)
Intinya Sih
  • Geely menjadi produsen China pertama yang meraih sertifikasi Uni Eropa untuk sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut, menandai pengakuan global atas teknologi otonom mereka.
  • Sertifikasi UN R171 memungkinkan kendaraan dengan sistem G-ASD dijual di seluruh Eropa mulai Juni 2026, debut melalui merek Lotus sebelum diterapkan pada Zeekr dan Lynk & Co.
  • Meski menghadapi tantangan regulasi, keamanan data, dan geopolitik, Geely tetap optimistis memperluas pasar global dengan membuktikan teknologi cerdasnya memenuhi standar keselamatan tertinggi dunia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Geely Auto Group secara resmi mencatatkan sejarah sebagai produsen otomotif pertama asal China yang berhasil mengantongi sertifikasi Uni Eropa untuk sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut (ADAS). Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi industri otomotif Tiongkok dalam membuktikan kualitas teknologi otonom mereka di kancah internasional yang sangat ketat.

Keberhasilan ini membuka jalan bagi kendaraan Geely yang dibekali sistem cerdas tersebut untuk mulai mengaspal di jalanan Eropa pada Juni 2026. Dengan sertifikasi internasional UN R171 yang diraih, Geely kini berdiri sejajar dengan produsen otomotif global lainnya dalam perlombaan teknologi mobilitas masa depan di pasar Benua Biru.

1. Perolehan sertifikasi UN R171 sebagai paspor internasional

potret tampak depan Geely EX5 (global.geely.com)
potret tampak depan Geely EX5 (global.geely.com)

Sistem cerdas yang dikembangkan Geely dikenal dengan nama Geely Afari Smart Driving atau G-ASD. Teknologi ini dikembangkan oleh Afari Technology, sebuah anak perusahaan di bawah naungan Grup Geely yang berbasis di Chongqing. Menurut laporan dari carnewschina.com, sertifikasi UN R171 yang diterima pada Maret 2026 ini berfungsi sebagai "paspor" yang memungkinkan kendaraan dengan sistem G-ASD dijual secara legal di seluruh negara anggota Komisi Ekonomi PBB untuk Eropa tanpa perlu persetujuan satu per satu dari setiap negara.

Sebelum Geely meraih prestasi ini, tercatat hanya BMW yang baru mendapatkan sertifikasi serupa pada akhir tahun 2025. Rencananya, teknologi G-ASD ini akan memulai debut perdananya di Eropa melalui merek mobil sport mewah, Lotus, pada bulan Juni mendatang. Ke depannya, Geely juga berencana untuk menyematkan sistem serupa pada jajaran merek lainnya seperti Zeekr serta Lynk & Co untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor global.

2. Standar keamanan ketat dan perbedaan regulasi wilayah

potret Geely EX5 (global.geely.com)
potret Geely EX5 (global.geely.com)

Meskipun teknologi ini sudah siap digunakan, terdapat perbedaan mendasar antara implementasi bantuan mengemudi di China dan Eropa. Saat ini, regulasi di Eropa hanya mengizinkan fungsionalitas bantuan navigasi untuk jalan raya (toll), sementara navigasi perkotaan yang lazim digunakan di China belum mendapatkan persetujuan. Menanggapi ketatnya standar keamanan tersebut, CTO Geely Automobile Group, Li Chuanhai, memberikan pandangannya.

"Otoritas regulasi Eropa memiliki persyaratan keselamatan yang lebih ketat, namun mereka tidak menentang teknologi cerdas baru," ujar Li Chuanhai. Ia juga menambahkan bahwa pasar Eropa saat ini menyerupai pasar China beberapa tahun lalu, di mana fitur bantuan pengemudi awalnya dianggap baru namun perlahan menjadi faktor penentu bagi konsumen dalam membeli kendaraan. Hal ini diperkuat oleh riset McKinsey yang memprediksi bahwa kendaraan otonom penuh bisa menyumbang 25 persen dari total penjualan mobil di Eropa pada tahun 2035.

3. Tantangan data dan hambatan geopolitik di pasar global

Ilustrasi mobil Geely (geely.com)
Ilustrasi mobil Geely (geely.com)

Ekspansi teknologi kendaraan cerdas tidaklah tanpa hambatan. Perusahaan otomotif China menghadapi tantangan unik terkait keamanan data dan transmisi data lintas batas. Kendaraan cerdas memerlukan pengumpulan data secara berkelanjutan untuk melatih sistem bantuan mengemudi, yang memicu kekhawatiran mengenai privasi dan keamanan nasional di beberapa negara. Selain itu, tensi geopolitik juga membayangi, seperti rencana Amerika Serikat yang berniat melarang perangkat lunak dan keras kendaraan terhubung buatan China mulai tahun 2027.

Meski menghadapi rintangan tersebut, pihak Geely tetap optimistis dengan prospek global mereka. Li Chuanhai menegaskan bahwa perusahaan China saat ini memimpin dalam teknologi cerdas seperti sistem bantuan pengemudi, sehingga ekspansi internasional merupakan sesuatu yang tidak terelakkan. Keberhasilan mendapatkan sertifikasi Eropa ini membuktikan bahwa inovasi Tiongkok mampu memenuhi standar keamanan tertinggi dunia, sekaligus memperkuat posisi mereka dalam persaingan melawan produsen otomotif tradisional dari Barat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More