Ilustrasi Touring (Pexels.com/Ene Marius)
Pengendara sepeda motor menjadi kelompok yang paling rentan saat gerimis. Ban motor memiliki bidang kontak yang lebih kecil dibandingkan mobil sehingga lebih mudah kehilangan daya cengkeram ketika melintasi permukaan jalan yang licin. Marka jalan, penutup saluran air berbahan logam, serta jalan berpaving juga menjadi titik yang harus diwaspadai karena permukaannya menjadi jauh lebih licin saat terkena air.
Untuk mengurangi risiko, kecepatan sebaiknya diturunkan sejak gerimis mulai turun. Hindari pengereman secara mendadak dan lakukan akselerasi secara halus agar ban tetap memiliki traksi yang baik. Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan juga sangat penting karena jarak pengereman akan menjadi lebih panjang ketika permukaan jalan basah.
Selain faktor jalan yang licin, gerimis juga membuat kaca helm, kaca mobil, dan spion lebih mudah dipenuhi butiran air. Kondisi tersebut dapat mengurangi kemampuan melihat situasi di sekitar kendaraan jika tidak segera dibersihkan menggunakan wiper atau lapisan antiair pada visor helm. Oleh karena itu, menjaga visibilitas sama pentingnya dengan menjaga traksi ban.
Meski hujan lebat tetap memiliki risiko tinggi, gerimis tidak boleh dianggap remeh. Justru pada awal turunnya hujan, permukaan jalan sering berada dalam kondisi paling licin karena bercampurnya air dengan debu dan sisa oli. Ditambah banyaknya pengendara yang belum mengurangi kecepatan, potensi terjadinya kecelakaan bisa meningkat.