Menjaga kebersihan di dalam kabin mobil telah menjadi prioritas utama bagi banyak pemilik kendaraan demi menghindari penyebaran kuman dan virus. Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah menyemprotkan atau mengusapkan cairan pembersih tangan (hand sanitizer) ke permukaan setir mobil setelah bepergian dari luar rumah.
Namun, tindakan yang awalnya bertujuan untuk sterilisasi ini justru menyimpan ancaman kerusakan yang serius bagi interior kendaraan. Penggunaan cairan antiseptik secara terus-menerus pada kemudi berbahan kulit dapat memicu reaksi kimia destruktif yang merusak estetika dan kenyamanan berkendara secara permanen.
Berikut adalah ulasan ilmiah mengenai dampak buruk kandungan cairan antiseptik terhadap material pelapis setir mobil.
