Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jangan Mencuci Mobil Pakai Air Sumur, Ini Risikonya

Jangan Mencuci Mobil Pakai Air Sumur, Ini Risikonya
ilustrasi mencuci mobil (pexels.com/Erik Mclean)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Banyak orang mencuci kendaraan dengan air sumur karena dianggap hemat, padahal kandungan mineral logam dan garam di dalamnya bisa merusak struktur logam mobil atau motor.
  • Penelitian menunjukkan air sumur bor mengandung zat besi tinggi yang dapat mengendap di celah sasis, memicu korosi galvanik dan mempercepat kerusakan logam kendaraan dari dalam.
  • Pemilik kendaraan disarankan memakai air PAM atau air yang telah difiltrasi serta memastikan bagian kolong benar-benar kering agar terhindar dari karat dan pembusukan dini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Aktivitas mencuci kendaraan secara rutin merupakan salah satu bentuk perawatan paling mendasar yang wajib dilakukan demi menjaga tampilan fisik mobil atau motor tetap bersih memikat. Banyak pemilik kendaraan memilih untuk memanfaatkan jasa pencucian komersial rumahan atau mencucinya sendiri di pekarangan rumah demi efisiensi waktu dan biaya. Indikator kebersihan yang digunakan sering kali hanya terpaku pada hilangnya noda lumpur secara visual serta aroma wangi dari sabun yang melekat pada seluruh bodi luar kendaraan.

Namun, di balik permukaan bodi yang terlihat mengilap setelah dibersihkan, ada bahaya laten yang mengintai struktur logam kendaraan akibat kualitas air yang digunakan. Banyak tempat pencucian rumahan atau rumah tangga yang menggunakan air sumur bor atau air tanah secara sembarangan untuk menghemat biaya operasional, ketimbang berlangganan air PAM. Kebiasaan yang terlihat ekonomis ini ternyata menyimpan ancaman besar karena kandungan kimia alami di dalam air tanah dapat bertindak sebagai perusak senyap sasis kendaraan.

1. Karakteristik kimia air sumur bor berdasarkan studi hidrokimia dan korosi

ilustrasi mencuci mobil di depan rumah (pexels.com/Inline Media)
ilustrasi mencuci mobil di depan rumah (pexels.com/Inline Media)

Dampak buruk penggunaan air tanah ini dikupas secara komprehensif dalam sebuah penelitian ilmiah berjudul Groundwater Hydrochemistry and Galvanic Corrosion in Automotive Metals. Riset yang bergerak di bidang studi hidrokimia dan korosi logam otomotif ini berfokus menganalisis kandungan material terlarut pada air tanah dan dampaknya terhadap daya tahan material kendaraan. Hasil riset kimia tersebut membuktikan bahwa air sumur bor di banyak wilayah memiliki kandungan zat besi ($Fe$) serta tingkat keasinan atau salinitas yang sangat tinggi.

Kandungan zat besi yang tinggi pada air tanah lahir dari proses filtrasi alami air melalui lapisan batuan purba di dalam perut bumi yang kaya akan mineral logam. Ketika air dari kedalaman tanah ini dipompa keluar tanpa melalui proses penyaringan khusus, partikel-partikel besi mikroskopis akan ikut terbawa dalam kondisi terlarut. Sifat air yang kaya akan mineral logam dan garam ini secara alami bersifat jauh lebih agresif dalam merusak lapisan pelindung logam dibandingkan dengan air permukaan yang telah diolah secara standar.

2. Mekanisme pengendapan partikel logam terlarut pada celah sempit kolong kendaraan

ilustrasi mencuci mobil (pexels.com/erik)
ilustrasi mencuci mobil (pexels.com/erik)

Fakta unik dari temuan ilmiah ini menunjukkan bahwa bahaya sejati dimulai ketika air sumur bor tersebut disemprotkan ke seluruh bagian kendaraan. Air akan mengalir dan menyusup ke area-area yang sulit dijangkau, seperti sela-sela sasis, sambungan baut, serta bagian kolong mobil atau motor. Ketika proses pengeringan dilakukan menggunakan kain lap, area-area sempit yang tersembunyi ini hampir selalu luput dari jangkauan dan dibiarkan mengering dengan sendirinya oleh embusan angin.

Saat air sumur bor yang terjebak di celah sempit tersebut menguap secara alami, molekul air akan menghilang ke udara namun meninggalkan partikel zat besi dan kristal garam di atas permukaan logam. Endapan mineral yang tertinggal ini kemudian akan bereaksi secara konstan dengan kelembapan udara di sekitarnya. Akumulasi partikel besi eksternal tersebut bertindak sebagai katalis super cepat yang memicu terjadinya korosi galvanik, yaitu proses oksidasi ekstrem yang merusak struktur logam dasar kendaraan dari dalam.

3. Solusi pemilihan sumber air yang tepat demi mencegah pembusukan sasis dini

ilustrasi mencuci mobil (pexels.com/karolina-grabowska)
ilustrasi mencuci mobil (pexels.com/karolina-grabowska)

Mengingat sifat korosi akibat zat besi ini berjalan secara senyap di bagian kolong, pencegahan sejak dini menjadi satu-satunya langkah paling bijak untuk menyelamatkan investasi kendaraan. Pemilik kendaraan sangat disarankan untuk lebih selektif dalam memilih tempat pencucian umum dengan memastikan bahwa sumber air yang digunakan adalah air PAM atau air tanah yang sudah melewati sistem filtrasi karbon dan resin. Air yang telah disaring dengan benar akan kehilangan kandungan mineral logamnya sehingga aman digunakan untuk membasuh permukaan sasis.

Memastikan kendaraan benar-benar kering secara menyeluruh setelah dicuci juga menjadi prosedur wajib yang tidak boleh diabaikan. Penggunaan alat penyemprot angin bertekanan (air compressor) sangat efektif untuk mengusir sisa-sisa air yang terjebak di area sela-sela baut dan sasis sebelum sempat menguap dan meninggalkan endapan besi. Pada akhirnya, memahami kualitas air yang digunakan untuk mencuci adalah kunci utama untuk melindungi kendaraan dari petaka karat dini yang dapat merusak kekuatan struktur sasis secara permanen.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More