Jarum BBM Sudah di Huruf E, Sebenarnya Sisa Bensin Berapa Liter?

- Jarum BBM di huruf E tidak selalu menandakan tangki benar-benar kosong; pabrikan umumnya menyediakan cadangan bahan bakar agar mobil tidak langsung berhenti.
- Jumlah sisa bensin saat indikator E berbeda di tiap mobil, dipengaruhi kapasitas dan bentuk tangki serta sistem indikator yang tidak sepenuhnya presisi.
- Pengemudi disarankan segera mengisi BBM saat jarum mencapai E karena bahan bakar minim meningkatkan risiko mogok dan dapat membuat pompa bekerja kurang ideal.
Melihat jarum indikator bahan bakar sudah menyentuh huruf E sering bikin pengemudi langsung panik. Apalagi kalau posisi sedang jauh dari SPBU dan jalan masih harus ditempuh beberapa kilometer.
Namun, huruf E pada indikator BBM sebenarnya tidak selalu berarti tangki sudah benar-benar kosong. Masih ada bahan bakar yang tersisa, meski jumlahnya berbeda pada setiap mobil dan tidak bisa disamaratakan.
1. Huruf E bukan berarti tangki benar-benar kosong

ilustrasi indikator bensin mobil (unsplash.com/Chuttersnap) Huruf E pada indikator BBM umumnya berarti empty atau kosong. Meski begitu, ketika jarum sudah berada di posisi tersebut, tangki biasanya masih menyimpan sejumlah bahan bakar. Pabrikan sengaja memberikan cadangan agar kendaraan tidak langsung berhenti begitu jarum menyentuh E.
Jumlahnya tidak sama pada setiap mobil. Pada sebagian kendaraan, cadangan bahan bakar ketika indikator sudah berada di E bisa berkisar beberapa liter. Karena kapasitas tangki, bentuk tangki, sistem pelampung, hingga karakter indikator berbeda-beda, tidak ada angka universal yang bisa dijadikan patokan untuk semua mobil.
2. Sisa bensin di E bisa berbeda tiap mobil

ilustrasi indikator bensin mobil (freepik.com/freepik) Misalnya sebuah mobil mempunyai kapasitas tangki sekitar 40 liter. Ketika indikator sudah menunjukkan E, belum tentu 40 liter tersebut sudah habis seluruhnya. Bisa saja masih terdapat beberapa liter bahan bakar yang belum terbaca sebagai kondisi benar-benar kosong oleh indikator.
Selain itu, indikator BBM juga bukan alat ukur yang sangat presisi. Jarum bisa bergerak lebih cepat di bagian tertentu dan lebih lambat di bagian lainnya. Pada beberapa mobil, posisi jarum di tengah belum tentu berarti persis setengah isi tangki. Karena itu, memperkirakan sisa bensin hanya berdasarkan posisi jarum kurang akurat.
3. Jangan jadikan cadangan sebagai batas aman

ilustrasi indikator bensin (pexels.com/Abdulvahap Demir) Meski masih ada bensin ketika jarum menyentuh E, bukan berarti mobil aman dipakai terus sampai benar-benar kehabisan. Berkendara dengan bahan bakar yang sangat sedikit membuat risiko mogok meningkat, terutama ketika melewati jalan macet, tanjakan, atau daerah yang sulit menemukan SPBU.
Ada alasan lain untuk tidak terlalu sering membiarkan tangki berada di kondisi sangat minim. Ketika bahan bakar hampir habis, pompa bahan bakar bisa bekerja dalam kondisi yang kurang ideal karena bensin juga membantu menjaga temperatur komponen tersebut pada sejumlah kendaraan. Jadi, huruf E sebaiknya dianggap sebagai tanda untuk segera mengisi bahan bakar, bukan sebagai tantangan untuk mencari tahu seberapa jauh mobil masih bisa berjalan.






















