Berkendara di bawah siraman lampu jalan dan sorot lampu kendaraan dari arah berlawanan sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman pada mata akibat efek silau yang intens. Situasi ini memicu popularitas kacamata dengan lensa berwarna kuning yang diklaim secara masif di berbagai toko daring sebagai solusi ampuh untuk meningkatkan visibilitas di malam hari.
Banyak orang percaya bahwa lapisan warna kuning tersebut mampu menyaring spektrum cahaya biru yang menyilaukan dan membuat pandangan menjadi lebih kontras. Namun, klaim pemikat ini justru bertolak belakang dengan fakta medis dan ilmu oftalmologi yang sebenarnya mengenai mekanisme kerja mata manusia. Penggunaan kacamata jenis ini di ruang gelap bukan merupakan solusi keselamatan, melainkan sebuah bahaya laten yang dikemas rapi dalam strategi pemasaran.
