Aktivitas mengeringkan bodi mobil setelah selesai dicuci merupakan tahap krusial yang menentukan hasil akhir dari perawatan kendaraan. Di Indonesia, penggunaan kain sintetik chamois, atau yang salah kaprah sering disebut dengan istilah Kanebo, menjadi pilihan yang sangat populer di kalangan pemilik kendaraan maupun penyedia jasa pencucian. Kain ini dinilai sangat praktis karena memiliki kemampuan menyerap volume air dalam jumlah banyak secara cepat dan mudah diperas untuk digunakan kembali.
Namun, di balik popularitasnya yang tinggi, para pakar perawatan estetika otomotif modern kini justru melarang keras penggunaan kain legendaris ini pada permukaan luar kendaraan. Dunia sains membuktikan bahwa kebiasaan menyapu air menggunakan kain bertekstur karet ini menyimpan efek buruk yang merusak keindahan eksterior. Bukannya membuat mobil menjadi kinclong dan bersih sempurna, lap jenis ini justru menjadi dalang utama di balik rusaknya lapisan pelindung cat.
