Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kapan Bearing Roda Mobil Harus Diganti? Kenali 5 Tanda Kerusakannya
ilustrasi servis mobil (pixabay.com/danvolks99)
  • Bearing roda yang aus dapat memunculkan dengung atau gemuruh dari area roda, terutama pada kecepatan tertentu, dan suaranya bisa menyerupai bunyi ban.
  • Gejala lain meliputi getaran saat mobil melaju, kemudi kurang nyaman, serta roda oblak atau memiliki kelonggaran yang mengganggu kestabilan kendaraan.
  • Keausan ban tidak merata juga dapat terkait bearing, tetapi perlu pemeriksaan sistem roda dan kaki-kaki; penggantian dilakukan setelah kerusakan dipastikan teknisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Bearing roda mobil membantu roda berputar baik. Kalau ada bunyi dengung, roda bergetar, atau roda terasa goyang, bearing mungkin sudah rusak. Ban juga bisa aus tidak sama. Teknisi perlu memeriksa supaya tahu masalahnya. Kalau bearing rusak, harus cepat diganti agar mobil tetap stabil.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah mendengar suara dengung dari roda mobil saat sedang melaju? Jangan langsung menganggap suara tersebut berasal dari ban atau jalan, karena bearing roda juga bisa menjadi penyebabnya.

Bearing roda merupakan komponen yang membantu roda berputar dengan lancar dan stabil. Seiring pemakaian, komponen ini dapat mengalami keausan sehingga menimbulkan beberapa gejala yang mudah dirasakan saat mobil dikendarai. Supaya tidak salah mengenali sumber masalahnya, simak lima tanda bearing roda mobil perlu diganti berikut ini.

1. Muncul suara dengung dari area roda

ilustrasi mobil (pixabay.com/Sunriseforever)

Salah satu tanda bearing roda mobil mulai bermasalah adalah munculnya suara dengung atau gemuruh dari area roda. Suara tersebut biasanya terdengar semakin jelas ketika mobil melaju pada kecepatan tertentu dan dapat berubah mengikuti kecepatan kendaraan. Kondisi ini terjadi karena permukaan bearing yang mengalami keausan tidak lagi dapat bekerja dengan mulus.

Suara bearing yang bermasalah terkadang terdengar seperti suara ban, sehingga cukup sulit dibedakan tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Jika suara tetap muncul meskipun kondisi permukaan jalan berubah, pemeriksaan bearing roda sebaiknya dilakukan. Jangan menunggu suara menjadi semakin keras karena kerusakan bearing dapat terus berkembang.

2. Roda terasa bergetar saat mobil melaju

ilustrasi mobil (pixabay.com/RJA1988)

Bearing roda yang mulai aus juga dapat membuat roda terasa kurang stabil ketika mobil dikendarai. Getaran biasanya lebih terasa pada kondisi tertentu dan dapat disertai rasa kurang nyaman pada kemudi. Namun, getaran pada roda juga bisa disebabkan oleh ban, velg, atau komponen kaki-kaki lainnya.

Karena penyebabnya bisa beragam, pemeriksaan menyeluruh diperlukan untuk memastikan sumber getaran. Bearing yang mengalami keausan dapat diperiksa dengan melihat adanya kelonggaran atau gerakan yang tidak semestinya pada roda. Jika ditemukan kelonggaran, bearing sebaiknya segera diperiksa oleh teknisi.

3. Roda terasa oblak atau memiliki kelonggaran

ilustrasi roda mobil (pixabay.com/PublicDomainPictures)

Bearing roda yang sudah aus dapat menyebabkan roda memiliki kelonggaran ketika diperiksa. Kondisi ini dapat terasa ketika roda digerakkan secara manual dan terdapat gerakan yang tidak seharusnya. Semakin parah keausannya, kelonggaran pada roda biasanya akan semakin mudah ditemukan.

Roda yang oblak tidak sebaiknya dibiarkan karena dapat memengaruhi kestabilan kendaraan. Pemeriksaan perlu dilakukan untuk memastikan apakah kelonggaran berasal dari bearing atau komponen kaki-kaki lainnya. Jika bearing memang sudah rusak, penggantian menjadi langkah yang perlu dilakukan.

4. Ban mengalami keausan tidak merata

ilustrasi ban mobil (pixabay.com/VariousPhotography)

Keausan bearing roda dapat memengaruhi kestabilan putaran roda dan berpotensi membuat keausan ban menjadi tidak merata. Kondisi ini dapat terlihat dari bagian permukaan ban yang lebih cepat aus dibandingkan bagian lainnya. Meski begitu, ban aus sebelah juga dapat disebabkan oleh masalah spooring, suspensi, tekanan angin, atau komponen kaki-kaki lainnya.

Oleh karena itu, jangan langsung mengganti ban sebelum sumber masalahnya diperiksa. Jika ditemukan keausan ban yang tidak wajar bersamaan dengan suara dengung atau roda terasa oblak, bearing patut dicurigai. Pemeriksaan pada sistem roda dan kaki-kaki akan membantu menentukan komponen yang perlu diperbaiki.

5. Bearing sudah menunjukkan kerusakan saat diperiksa

ilustrasi ban mobil (pixabay.com/Arcaion)

Selain gejala yang terasa ketika mobil dikendarai, kondisi bearing juga dapat diketahui melalui pemeriksaan langsung. Bearing yang sudah rusak dapat menunjukkan tanda seperti putaran yang kasar, bunyi tidak normal, atau kelonggaran pada roda. Pada kondisi tertentu, pemeriksaan oleh teknisi diperlukan untuk memastikan tingkat kerusakannya.

Tidak ada patokan jarak tempuh yang berlaku sama untuk semua bearing roda karena usia pakainya dipengaruhi oleh kondisi jalan, beban kendaraan, gaya berkendara, dan perawatan. Oleh sebab itu, bearing sebaiknya diperiksa ketika muncul gejala yang mencurigakan, terutama suara dengung atau roda terasa tidak stabil. Jika kerusakan sudah dipastikan, penggantian bearing sebaiknya tidak ditunda.

Kalau mulai terdengar suara asing dari area roda, jangan tunggu sampai suara tersebut menjadi bagian dari perjalanan sehari-hari. Sedikit waktu untuk memeriksa kondisi bearing bisa membuat perjalanan terasa jauh lebih tenang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article