Pengguna mobil diesel tentu sudah akrab dengan istilah solar. Bahan bakar ini digunakan oleh berbagai kendaraan, mulai dari mobil penumpang, truk, bus, hingga alat berat. Namun, pernahkah terpikir mengapa masyarakat Indonesia menyebut bahan bakar diesel dengan nama solar, bukan diesel seperti di sejumlah negara lain?
Menariknya, kata solar juga digunakan untuk menyebut sesuatu yang berkaitan dengan matahari, misalnya panel surya atau energi solar. Meski terdengar sama, kedua penggunaan kata tersebut memiliki konteks berbeda. Lantas, bagaimana istilah solar untuk bahan bakar bisa begitu populer di Indonesia?
