Kenapa Ban Harus Lurus Saat Parkir Mobil?

- Dampak tekanan statis pada komponen power steeringSistem power steering terganggu jika roda parkir dalam posisi berbelok, menyebabkan tekanan pada selang karet dan seal karet.
- Beban berlebih pada suspensi dan ball jointRoda memutar saat parkir dapat menyebabkan deformasi atau perubahan bentuk permanen pada karet suspensi dan memberikan beban puntir pada constant velocity (CV) joint.
- Aspek keselamatan dan kemudahan saat menyalakan kembali kendaraanMeluruskan ban saat parkir berkaitan erat dengan aspek keselamatan berkendara, memberikan kepastian arah gerak mobil yang lebih dapat diprediksi saat kendaraan mulai meninggalkan ruang parkir.
Menjaga posisi roda tetap lurus saat memarkir kendaraan sering kali dianggap sebagai sekadar kebiasaan estetika agar mobil terlihat rapi di area parkir. Namun, di balik tampilan yang teratur tersebut, terdapat alasan teknis mendalam yang berkaitan dengan kesehatan komponen mekanis jangka panjang dan keselamatan sistem kemudi kendaraan.
Membiarkan ban dalam posisi berbelok saat mesin mati dapat memberikan beban statis yang tidak perlu pada berbagai titik tumpu kaki-kaki mobil. Kebiasaan sederhana ini, jika diabaikan secara terus-menerus, berpotensi mempercepat keausan komponen mahal yang seharusnya bisa bertahan lebih lama jika tekanan pada sistem kemudi didistribusikan secara merata.
1. Dampak tekanan statis pada komponen power steering

Salah satu alasan utama mengapa roda harus lurus saat parkir adalah untuk menjaga kesehatan sistem power steering, terutama pada mobil yang masih menggunakan sistem hidrolik. Saat ban dalam posisi berbelok, katup oli di dalam pompa power steering berada dalam posisi terbuka dan memberikan tekanan pada satu sisi selang karet. Jika kondisi ini dibiarkan selama berjam-jam atau berhari-hari, beban tekanan tersebut dapat menyebabkan selang menjadi bocor atau seal karet menjadi cepat getas.
Meskipun mobil modern kini banyak yang menggunakan Electric Power Steering (EPS), memarkir dengan ban berbelok tetap tidak disarankan. Posisi ban yang tidak lurus memaksa motor elektrik dan komponen penghubung lainnya tetap dalam kondisi "tegang" secara mekanis. Meluruskan roda sebelum mematikan mesin memastikan bahwa semua beban hidrolik maupun elektrik kembali ke titik netral, sehingga memperpanjang usia pakai sistem kemudi secara keseluruhan.
2. Beban berlebih pada suspensi dan ball joint

Kaki-kaki mobil terdiri dari rangkaian komponen kompleks seperti ball joint, tie rod, dan bushing yang dirancang untuk bekerja secara optimal saat kendaraan bergerak. Ketika mobil diparkir dengan roda memutar, beban berat kendaraan tidak lagi ditopang secara simetris oleh suspensi. Sebaliknya, tekanan akan terfokus pada satu sisi komponen karet dan sendi besi, yang jika dibiarkan dalam waktu lama dapat menyebabkan deformasi atau perubahan bentuk permanen pada karet suspensi.
Kondisi ban yang miring juga memberikan beban puntir pada constant velocity (CV) joint bagi mobil dengan penggerak roda depan. Karet pelindung CV joint akan meregang secara maksimal pada satu sisi dan mengerut di sisi lainnya. Paparan panas dan peregangan statis yang lama dapat menyebabkan karet ini robek, yang pada akhirnya memicu kebocoran pelumas dan masuknya kotoran yang akan merusak as roda secara permanen.
3. Aspek keselamatan dan kemudahan saat menyalakan kembali kendaraan

Selain faktor keawetan komponen, meluruskan ban saat parkir berkaitan erat dengan aspek keselamatan berkendara. Pengemudi yang menyalakan mesin dan langsung menginjak gas tanpa menyadari bahwa roda depan sedang dalam posisi berbelok ekstrem berisiko menabrak kendaraan lain atau pembatas jalan di depannya. Posisi ban yang lurus memberikan kepastian arah gerak mobil yang lebih dapat diprediksi saat kendaraan mulai meninggalkan ruang parkir.
Pengecualian khusus hanya berlaku saat memarkir mobil di jalanan yang memiliki kemiringan sangat tajam (tanjakan atau turunan). Dalam kondisi ekstrem tersebut, memutar ban ke arah trotoar justru sangat disarankan sebagai langkah pengamanan tambahan jika rem tangan gagal berfungsi. Namun, untuk penggunaan sehari-hari di permukaan jalan yang rata, membiasakan diri meluruskan setir sebelum keluar dari mobil adalah investasi kecil yang mampu menghindarkan pemilik kendaraan dari biaya perbaikan kaki-kaki yang sangat mahal.


















