Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rekor Baru! Penjualan Mobil Listrik Lampaui Mobil Bensin di Eropa

Hyundai IONIQ 5 (dok. Hyundai)
Hyundai IONIQ 5 (dok. Hyundai)
Intinya sih...
  • Pergeseran dominasi pasar dan penurunan mobil bensin - Penjualan mobil listrik melampaui mobil bensin di Eropa. - Pangsa pasar diesel terus merosot dari pemimpin pasar menjadi penghuni barisan bawah.
  • Kehadiran model terjangkau dan tekanan emisi - Semakin banyak pilihan mobil listrik dengan harga kompetitif. - Produsen mobil memacu penjualan model listrik untuk menjaga rata-rata emisi armada mereka tetap rendah demi menghindari denda regulasi.
  • Persaingan ketat dengan mobil hybrid - Mobil hybrid masih merajai tangga penjualan di Eropa. - Tren pertumbuhan yang sangat agresif menunjukkan jarak antara penjualan mobil listrik dan hybrid akan semakin men
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pasar otomotif Eropa baru saja mencatatkan tonggak sejarah yang luar biasa pada akhir tahun lalu. Untuk pertama kalinya, volume penjualan mobil listrik murni (EV) berhasil melampaui mobil penumpang bertenaga bensin, menandai pergeseran besar dalam preferensi konsumen di Benua Biru tersebut.

Data terbaru menunjukkan bahwa warga Eropa membeli lebih dari 300.000 unit kendaraan listrik hanya dalam satu bulan terakhir. Lonjakan ini terjadi di tengah berbagai tantangan geopolitik, membuktikan bahwa tren elektrifikasi tetap melaju kencang meskipun muncul wacana pelonggaran larangan mobil bensin untuk tahun 2035 mendatang.

1. Pergeseran dominasi pasar dan penurunan mobil bensin

Hyundai IONIQ 5 (dok. Hyundai)
Hyundai IONIQ 5 (dok. Hyundai)

Berdasarkan laporan yang dilansir dari insideevs.com, mobil listrik kini telah resmi menyalip kendaraan berbahan bakar bensin tradisional di Eropa. Fenomena ini mengikuti jejak sejarah sebelumnya ketika EV melampaui penjualan mobil diesel pada akhir 2023, serta plug-in hybrid yang menyalip mesin diesel setahun kemudian. Saat ini, pangsa pasar diesel terus merosot dari pemimpin pasar menjadi penghuni barisan bawah.

Sepanjang Desember 2025, pendaftaran mobil bensin di Uni Eropa (UE) saja tercatat sebanyak 216.492 unit, atau turun drastis sekitar 19,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, angka pendaftaran mobil listrik di wilayah UE, Inggris, dan EFTA melonjak 50 persen menjadi 308.955 unit. Tren ini menunjukkan bahwa mesin pembakaran internal tradisional mulai kehilangan daya tariknya di mata konsumen Eropa.

2. Kehadiran model terjangkau dan tekanan emisi

Interior Hyundai Ioniq 6 (Hyundai)
Interior Hyundai Ioniq 6 (Hyundai)

Salah satu pendorong utama lonjakan penjualan ini adalah semakin banyaknya pilihan mobil listrik dengan harga yang lebih kompetitif. Pabrikan otomotif kini mulai membanjiri pasar dengan model yang lebih murah, seperti Renault 5 baru yang dibanderol sekitar 28.000 Euro atau sekitar 33.000 USD. Faktor harga inilah yang membuat konsumen yang sebelumnya ragu kini mulai berani beralih ke teknologi baterai.

Selain itu, produsen mobil juga terus memacu penjualan model listrik guna menjaga rata-rata emisi armada mereka tetap rendah demi menghindari denda regulasi. Hasilnya, pembeli tidak lagi hanya ditawari mobil listrik mewah yang mahal, tetapi juga kendaraan praktis sehari-hari yang lebih masuk akal secara ekonomi. Ketersediaan opsi yang lebih luas ini menjadi kunci utama yang menarik minat pembeli menjauh dari mesin konvensional.

3. Persaingan ketat dengan mobil hybrid

ilustrasi mesin mobil hybrid (auto2000.co.id)
ilustrasi mesin mobil hybrid (auto2000.co.id)

Meskipun telah berhasil mengalahkan mobil bensin murni, mobil listrik masih harus menghadapi tantangan dari mobil hybrid. Hingga saat ini, kategori hybrid masih merajai tangga penjualan di Eropa dengan catatan lebih dari 380.000 unit di wilayah UE, EFTA, dan Inggris. Namun, menariknya adalah laju pertumbuhan hybrid jauh lebih lambat, yakni hanya sekitar 5 persen, dibandingkan dengan lonjakan fantastis mobil listrik yang mencapai 50 persen.

Secara kumulatif, hampir 2,6 juta mobil listrik terdaftar di Eropa sepanjang tahun lalu, meningkat 29,7 persen dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, penjualan mobil bensin dan diesel terus menunjukkan penurunan dua digit. Dengan tren pertumbuhan yang sangat agresif ini, jarak antara penjualan mobil listrik dan hybrid diperkirakan akan semakin mengecil dalam waktu dekat, mengukuhkan masa depan transportasi Eropa yang bebas emisi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Porsche Jadi Mobil dengan Nilai Jual Kembali Tertinggi di China!

29 Jan 2026, 18:05 WIBAutomotive