Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Kabin Mobil Terasa Bau Sangit?

ilustrasi mual saat terkena ac mobil (freepik.com/freepik)
ilustrasi mual saat terkena ac mobil (freepik.com/freepik)
Intinya sih...
  • Gesekan berlebih pada sistem pengereman dan koplingPenyebab aroma sangit di kabin mobil, terutama setelah turunan curam atau kemacetan panjang, adalah rem macet atau kopling yang tidak menempel sempurna.
  • Kebocoran cairan mesin yang mengenai komponen panasKebocoran oli mesin atau cairan pendingin dapat menyebabkan bau sangit di kabin mobil, bahkan berdampak buruk pada kesehatan pernapasan penumpang.
  • Gangguan pada sistem kelistrikan dan komponen karetKorsleting listrik atau gesekan antara sabuk penggerak dengan puli dapat menghasilkan bau plastik terbakar atau aroma karet yang kuat di dalam kabin mobil.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Munculnya bau sangit di dalam kabin mobil sering kali menjadi sinyal awal adanya ketidakberesan pada komponen mekanis maupun elektrikal kendaraan. Aroma yang menyerupai bau kabel terbakar atau karet gosong ini tidak boleh diabaikan karena dapat berujung pada kerusakan yang lebih serius bahkan risiko keselamatan jiwa.

Keberadaan bau menyengat tersebut biasanya terdeteksi saat mobil sedang melaju atau sesaat setelah mesin dimatikan, mengindikasikan adanya panas berlebih pada bagian tertentu. Identifikasi dini terhadap sumber aroma terbakar sangat penting dilakukan untuk mencegah terjadinya korsleting listrik atau kegagalan sistem pengereman yang fatal di tengah perjalanan.

1. Gesekan berlebih pada sistem pengereman dan kopling

ilustrasi kampas rem (pexels.com/Gustavo Fring)
ilustrasi kampas rem (pexels.com/Gustavo Fring)

Penyebab paling umum dari aroma sangit di dalam kabin adalah masalah pada sistem pengereman, terutama jika bau muncul setelah kendaraan melewati turunan curam atau kemacetan panjang. Rem yang macet atau kebiasaan menginjak pedal rem terlalu lama menyebabkan kampas rem mengalami panas ekstrem akibat gesekan terus-menerus dengan piringan cakram. Material kampas yang terbakar akan melepaskan bau gosong yang tajam dan masuk ke dalam kabin melalui sistem ventilasi udara.

Selain rem, pada mobil transmisi manual, bau sangit sering kali bersumber dari selip kopling. Hal ini terjadi ketika pelat kopling tidak menempel sempurna pada flywheel namun tetap dipaksa berputar, atau akibat kebiasaan pengemudi yang sering "menggantung" kopling saat antre di jalan menanjak. Gesekan antar pelat yang sangat panas tersebut menghasilkan aroma khas seperti kertas terbakar yang sangat menyengat dan dapat menyebabkan kerusakan permanen jika tidak segera ditangani dengan benar.

2. Kebocoran cairan mesin yang mengenai komponen panas

Ilustrasi mekanik mengecek kelistrikan mesin mobil (pexels.com/Gustavo Fring)
Ilustrasi mekanik mengecek kelistrikan mesin mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Cairan yang menetes ke permukaan mesin yang panas sering kali menjadi biang keladi munculnya bau sangit yang tercium hingga ke kursi penumpang. Salah satu yang paling sering terjadi adalah kebocoran oli mesin akibat paking atau seal yang sudah getas. Tetesan oli yang mengenai exhaust manifold atau knalpot yang sedang bersuhu tinggi akan segera terbakar dan menghasilkan asap serta bau sangit yang khas.

Selain oli, kebocoran cairan pendingin (coolant) juga dapat menimbulkan aroma serupa, namun biasanya sedikit lebih manis namun tetap terasa tajam. Jika kebocoran terjadi di dalam unit pemanas (heater core) yang terletak di balik dasbor, bau tersebut akan langsung menyebar ke seluruh kabin melalui kisi-kisi AC. Kondisi ini sangat berbahaya karena selain mengganggu kenyamanan, menghirup uap cairan mesin yang terbakar dalam jangka panjang dapat berdampak buruk pada kesehatan pernapasan para penumpang.

3. Gangguan pada sistem kelistrikan dan komponen karet

ilustrasi mesin mobil (pexels.com/erik)
ilustrasi mesin mobil (pexels.com/erik)

Sistem kelistrikan mobil yang mengalami korsleting merupakan sumber bau sangit yang paling berbahaya karena berpotensi memicu kebakaran hebat. Kabel yang terkelupas atau sambungan yang longgar akan menimbulkan percikan api dan membakar pelindung plastik kabel, menghasilkan bau plastik terbakar yang sangat khas. Sering kali bau ini disertai dengan gejala lain seperti lampu yang meredup secara tiba-tiba atau matinya beberapa fitur elektronik di dalam kabin secara mendadak.

Faktor lain yang perlu diperiksa adalah kondisi sabuk penggerak (drive belt atau fan belt). Jika sabuk tersebut kendur, selip, atau ada komponen seperti alternator yang macet, gesekan antara sabuk karet dan puli akan menghasilkan panas tinggi. Hasilnya adalah aroma karet terbakar yang sangat kuat. Memastikan seluruh komponen karet dan jalur kabel berada dalam kondisi prima merupakan langkah wajib untuk menjaga kabin tetap segar dan terhindar dari ancaman kebakaran yang tidak terduga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Mengenal Arti Istilah Petrolhead, Anak Otomotif Wajib Tahu!

18 Jan 2026, 21:05 WIBAutomotive