Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Penyebab Konsumsi BBM Mobil Jadi Lebih Boros

7 Penyebab Konsumsi BBM Mobil Jadi Lebih Boros
ilustrasi isi bensin (pexels.com/Eric Mclean)
Intinya Sih
  • Konsumsi BBM mobil bisa meningkat karena faktor sederhana seperti tekanan ban rendah, filter udara kotor, dan gaya berkendara agresif yang membuat mesin bekerja lebih berat.
  • Beban berlebih, penggunaan AC berlebihan, serta kondisi busi aus turut memperbesar kebutuhan tenaga mesin sehingga efisiensi bahan bakar menurun.
  • Perawatan rutin seperti servis berkala dan pemeriksaan komponen penting membantu menjaga performa mesin tetap optimal serta mencegah konsumsi BBM jadi boros.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Konsumsi bahan bakar menjadi salah satu hal yang cukup diperhatikan oleh pemilik mobil. Ketika penggunaan BBM tiba-tiba terasa lebih boros dari biasanya, banyak orang langsung mengira ada masalah besar pada mesin. Padahal, penyebabnya bisa berasal dari berbagai faktor, mulai dari kondisi kendaraan hingga kebiasaan berkendara sehari-hari.

Menariknya, beberapa penyebab mobil menjadi lebih boros sering kali tidak disadari oleh pengemudi. Akibatnya, konsumsi bahan bakar terus meningkat tanpa ada upaya perbaikan yang tepat. Berikut tujuh penyebab yang bisa membuat konsumsi BBM mobil menjadi lebih boros.

1. Tekanan angin ban kurang

ilustrasi isi tekanan ban
ilustrasi isi tekanan ban (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Ban yang kekurangan tekanan angin akan menciptakan hambatan gulir yang lebih besar saat mobil berjalan. Mesin harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan kendaraan sehingga konsumsi bahan bakar ikut meningkat.

Selain membuat BBM lebih boros, tekanan ban yang tidak sesuai juga dapat mempercepat keausan ban. Karena itu, penting untuk rutin memeriksa tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan.

2. Filter udara kotor

ilustrasi mobil mogok
ilustrasi mobil mogok (pexels.com/Павел Хлыстунов)

Filter udara berfungsi menyaring udara yang masuk ke ruang pembakaran mesin. Jika kondisinya terlalu kotor, aliran udara menjadi terhambat sehingga proses pembakaran tidak berlangsung secara optimal.

Akibatnya, mesin membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang sama. Penggantian atau pembersihan filter udara secara berkala dapat membantu menjaga efisiensi bahan bakar.

3. Kebiasaan akselerasi dan pengereman mendadak

ilustrasi mobil
ilustrasi mobil (pexels.com/ S won Hoerst)

Cara mengemudi memiliki pengaruh besar terhadap konsumsi BBM. Kebiasaan menekan pedal gas secara agresif dan sering melakukan pengereman mendadak membuat mesin bekerja lebih berat dibanding berkendara dengan halus dan stabil.

Selain lebih boros, gaya berkendara seperti ini juga dapat mempercepat keausan beberapa komponen kendaraan. Mengemudi dengan lebih tenang biasanya membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar.

4. Busi mulai aus

ilustrasi cek mesin mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi cek mesin mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Busi memiliki peran penting dalam proses pembakaran campuran udara dan bahan bakar di dalam mesin. Jika kondisi busi sudah aus atau tidak bekerja optimal, proses pembakaran bisa menjadi kurang sempurna.

Hal tersebut membuat penggunaan bahan bakar menjadi lebih banyak untuk menghasilkan tenaga yang dibutuhkan. Karena itu, pemeriksaan busi secara rutin sangat penting untuk menjaga performa kendaraan.

5. Membawa beban berlebihan

ilustrasi bagasi mobil
ilustrasi bagasi mobil (pexels.com/wmaster890)

Semakin berat beban yang dibawa mobil, semakin besar tenaga yang dibutuhkan untuk bergerak. Kondisi ini membuat mesin mengonsumsi lebih banyak bahan bakar, terutama saat sering digunakan di jalan menanjak atau lalu lintas padat.

Banyak pengemudi tidak menyadari bahwa barang-barang yang terus disimpan di bagasi juga dapat menambah bobot kendaraan. Mengurangi beban yang tidak diperlukan bisa membantu menghemat konsumsi BBM.

6. AC digunakan secara berlebihan

ilustrasi AC mobil
ilustrasi AC mobil (pexels.com/Ammy K)

Sistem AC mengambil sebagian tenaga dari mesin untuk bekerja. Saat AC digunakan pada tingkat yang terlalu tinggi atau terus-menerus dalam kondisi tertentu, konsumsi bahan bakar bisa sedikit meningkat.

Meski pengaruhnya tidak selalu besar, penggunaan AC yang bijak tetap dapat membantu menjaga efisiensi kendaraan. Terutama saat berkendara dalam kondisi yang memungkinkan sirkulasi udara alami.

7. Jadwal servis tidak teratur

ilustrasi servis bengkel resmi
ilustrasi servis bengkel resmi (pexels.com/Gustavo Fring)

Mobil yang jarang mendapatkan perawatan rutin biasanya mengalami penurunan efisiensi pada berbagai komponen. Oli mesin yang sudah terlalu lama, filter yang kotor, atau komponen yang mulai aus dapat membuat mesin bekerja lebih berat.

Akibatnya, konsumsi bahan bakar menjadi lebih tinggi dibanding kondisi normal. Melakukan servis berkala sesuai rekomendasi pabrikan merupakan salah satu cara terbaik untuk menjaga mobil tetap irit.

Konsumsi BBM yang lebih boros tidak selalu menandakan kerusakan besar pada kendaraan. Banyak faktor sederhana seperti tekanan ban, filter udara, gaya berkendara, hingga jadwal perawatan yang ternyata sangat berpengaruh terhadap efisiensi bahan bakar.

Karena itu, jika mobil mulai terasa lebih boros dari biasanya, ada baiknya melakukan pemeriksaan pada beberapa hal tersebut terlebih dahulu. Langkah sederhana yang dilakukan secara rutin sering kali cukup efektif untuk membantu menjaga konsumsi BBM tetap hemat dan performa kendaraan tetap optimal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar

Related Articles

See More