Kenapa Salah Memilih Jenis Ban Bisa Bikin Mobil Jadi Boros Bensin?

- Pemilihan ban memengaruhi hambatan gulir; semakin tinggi hambatannya, mesin bekerja lebih keras dan konsumsi bahan bakar berpotensi meningkat.
- Ban yang terlalu lebar, berat, atau jauh dari spesifikasi pabrikan dapat menambah beban mesin, memengaruhi akselerasi, kenyamanan, serta efisiensi bensin.
- Tekanan angin yang kurang meningkatkan deformasi dan hambatan gulir; ukuran, bobot, kondisi tapak, serta kebiasaan berkendara juga menentukan efisiensi bahan bakar.
Ban sering dianggap hanya berfungsi sebagai komponen yang membuat mobil bisa bergerak dan mencengkeram permukaan jalan. Padahal, karakter ban juga punya pengaruh terhadap seberapa berat kerja mesin saat mobil melaju.
Pemilihan ban yang tidak sesuai bisa membuat hambatan gulir semakin besar. Akibatnya, mesin membutuhkan tenaga lebih banyak untuk menggerakkan mobil dan konsumsi bahan bakar berpotensi ikut meningkat.
1. Ban punya hambatan gulir yang berbeda

ilustrasi ban mobil (freepik.com/standret Setiap ban memiliki karakter hambatan gulir atau rolling resistance yang berbeda. Hambatan ini muncul ketika ban bersentuhan dan berputar di atas permukaan jalan. Semakin besar hambatan gulir, semakin banyak energi yang dibutuhkan agar roda tetap bergerak.
Ban dengan kompon, konstruksi dinding, serta desain tapak tertentu bisa menghasilkan hambatan gulir yang lebih tinggi. Kondisi tersebut membuat mesin harus bekerja lebih keras, terutama ketika mobil berakselerasi atau mempertahankan kecepatan. Karena itu, ban dengan rolling resistance rendah sering dipilih pada mobil yang mengutamakan efisiensi bahan bakar.
2. Ban terlalu lebar dan berat bisa menambah beban

Ilustrasi ban mobil (Freepik/Drazen Zigic) Ban dengan ukuran lebih lebar memang dapat memberikan area kontak lebih besar dengan jalan. Dalam kondisi tertentu, karakter tersebut bisa membantu meningkatkan grip. Namun, semakin besar ukuran ban, bobot dan hambatan yang harus diatasi juga dapat meningkat, tergantung desain serta konstruksinya.
Penggunaan pelek berukuran besar dan ban yang lebih berat juga membuat kerja mesin bertambah, terutama saat mobil mulai bergerak dari posisi diam. Jika spesifikasi ban jauh berbeda dari rekomendasi pabrikan, dampaknya bisa terasa pada akselerasi, kenyamanan, hingga konsumsi bahan bakar. Karena itu, mengganti ban sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan tampilan.
3. Tekanan angin juga menentukan konsumsi bensin

ilustrasi tekanan ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio) Jenis ban yang tepat tetap bisa membuat mobil boros jika tekanan anginnya tidak sesuai. Ban yang kekurangan angin mengalami deformasi lebih besar ketika berputar. Kondisi tersebut meningkatkan hambatan gulir sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar untuk menggerakkan kendaraan.
Sebaliknya, menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan membantu menjaga karakter berkendara sekaligus mengendalikan hambatan gulir. Jadi, efisiensi bahan bakar bukan hanya soal memilih ban dengan label hemat. Ukuran yang sesuai, bobot ban, tekanan angin, kondisi tapak, dan kebiasaan berkendara semuanya perlu diperhatikan agar mobil tetap efisien.



















