ilustrasi mematikan AC mobil (unsplash.com/Marilia Castelli)
Setelah hampir mengalami kecelakaan, konsentrasi belum tentu langsung kembali normal. Pikiran mungkin masih memutar kembali kejadian yang baru saja terjadi, sementara tangan masih gemetar dan tubuh belum sepenuhnya tenang.
Dalam kondisi seperti ini, melanjutkan perjalanan sambil terburu-buru bisa meningkatkan risiko melakukan kesalahan berikutnya. Terlebih jika kejadian hampir celaka terjadi karena kelelahan, kurang fokus, atau kondisi jalan yang sulit.
Jika memungkinkan, menepilah terlebih dahulu di tempat yang aman. Beri waktu beberapa menit untuk mengatur napas, menenangkan diri, dan memastikan kondisi tubuh sudah cukup stabil sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Gunakan waktu tersebut untuk mengevaluasi apa yang baru terjadi. Periksa apakah ada bagian kendaraan yang terbentur, ban mengalami masalah, atau kondisi jalan memiliki faktor yang perlu diwaspadai sebelum mobil atau motor kembali dijalankan.
Pada akhirnya, tubuh gemetar setelah hampir mengalami kecelakaan bisa menjadi bagian dari respons alami ketika seseorang baru saja menghadapi situasi yang mengejutkan dan menegangkan. Meski kendaraan tidak sampai bertabrakan, tubuh tetap dapat bereaksi seolah baru saja melewati ancaman serius.
Jangan memaksakan diri langsung kembali berkendara jika tangan masih sulit dikendalikan, pikiran belum fokus, atau tubuh terasa sangat lemas. Menepi sejenak dan menenangkan diri dapat menjadi langkah sederhana sebelum perjalanan kembali dilanjutkan.