Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengisi Bensin Sampai Meluber, Ternyata Bisa Memicu Masalah!

Mengisi Bensin Sampai Meluber, Ternyata Bisa Memicu Masalah!
ilustrasi isi bensin (pexels.com/Gustavo Fring)
  • Mengisi bensin hingga meluber mengurangi ruang pemuaian saat suhu naik, sehingga bahan bakar dapat tumpah, mudah terbakar, berbau menyengat, dan berpotensi merusak cat kendaraan.
  • Pengisian berlebihan setelah nozzle otomatis berhenti berpotensi memasukkan bensin cair ke sistem pengelolaan uap, mengganggu komponen, serta memicu indikator peringatan pada kendaraan.
  • Bensin yang meluber justru terbuang dan tidak menguntungkan; pengisian sebaiknya dihentikan saat nozzle berhenti otomatis, sesuai kapasitas tangki yang direkomendasikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Saat mengisi bensin, sebagian orang memilih mengisi tangki hingga benar-benar penuh. Bahkan, setelah nozzle pompa berhenti secara otomatis, pengisian kadang tetap dilanjutkan sampai bensin terlihat mendekati atau bahkan meluber dari lubang tangki.

Kebiasaan ini mungkin dilakukan agar tidak perlu sering mampir ke tempat pengisian bahan bakar. Padahal, memaksakan tangki terisi terlalu penuh justru bisa menimbulkan sejumlah masalah pada kendaraan dan sistem bahan bakar.

  1. 1. Bensin bisa meluber dan menimbulkan risiko keselamatan

    benarkah mencampur Pertalite dan Pertamax Turbo bikin irit
    ilustrasi isi bensin (unsplash.com/Jesse Donoghoe)

    Bahan bakar membutuhkan ruang di dalam tangki untuk mengakomodasi perubahan volume, terutama ketika suhu lingkungan meningkat. Jika tangki diisi sampai benar-benar penuh, bensin memiliki ruang yang lebih sedikit ketika mengalami pemuaian.

    Akibatnya, bensin bisa terdorong keluar melalui area pengisian dan menetes ke bagian bodi kendaraan. Selain meninggalkan bau yang menyengat, cairan bahan bakar yang tumpah tentu tidak boleh dianggap sebagai hal sepele.

    Bensin merupakan cairan yang mudah terbakar. Karena itu, bahan bakar yang meluber sebaiknya segera dibersihkan sesuai prosedur yang aman dan tidak dibiarkan menempel terlalu lama pada kendaraan atau lantai.

    Selain faktor keselamatan, bensin yang tumpah juga dapat merusak tampilan kendaraan. Jika dibiarkan, cairan bahan bakar berpotensi memengaruhi lapisan cat atau komponen tertentu, tergantung material dan lamanya paparan.

  2. 2. Sistem pengelolaan uap bahan bakar bisa terganggu

    benarkah mencampur Pertalite dan Pertamax Turbo bikin irit
    ilustrasi isi bensin (unsplash.com/Ali Mkumbwa)

    Pada kendaraan modern, tangki bahan bakar tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan bensin. Ada pula sistem yang dirancang untuk mengelola uap bahan bakar agar tidak langsung terlepas ke udara.

    Ketika pengisian dilakukan secara berlebihan setelah mekanisme otomatis pada nozzle berhenti, bensin cair berpotensi masuk ke bagian sistem yang seharusnya lebih banyak menangani uap bahan bakar. Kondisi ini dapat mengganggu kerja komponen tertentu.

    Masalah seperti ini mungkin tidak langsung terasa setelah sekali pengisian. Namun, jika kebiasaan mengisi hingga meluber dilakukan berulang kali, risiko gangguan pada sistem terkait dapat meningkat.

    Pada beberapa kendaraan, gangguan pada sistem bahan bakar dan pengelolaan uap dapat memicu indikator peringatan. Pemeriksaan tambahan mungkin diperlukan untuk mencari sumber masalah jika muncul gejala yang tidak biasa setelah pengisian bahan bakar.

  3. 3. Lebih banyak belum tentu lebih menguntungkan

    ilustrasi mobil isi bensin
    ilustrasi mobil isi bensin (pexels.com/Engin Akyurt)

    Mengisi tangki sampai benar-benar penuh sering dianggap lebih praktis karena jarak tempuh kendaraan bisa menjadi lebih jauh. Namun, bahan bakar yang dipaksakan masuk melebihi batas normal tidak selalu memberikan keuntungan seperti yang dibayangkan.

    Jika bensin sampai meluber, sebagian bahan bakar justru terbuang. Artinya, uang yang sudah dikeluarkan untuk membeli bahan bakar ikut terbuang tanpa memberikan manfaat untuk perjalanan.

    Selain itu, tangki yang terlalu penuh tidak memberikan ruang yang cukup untuk perubahan volume bahan bakar akibat perubahan suhu. Ketika kendaraan berada di bawah terik matahari, risiko bensin terdorong keluar bisa menjadi lebih besar.

    Cara paling aman adalah menghentikan pengisian ketika nozzle sudah berhenti secara otomatis. Tidak perlu memaksakan beberapa kali tambahan hanya untuk mendapatkan isi tangki yang terlihat benar-benar penuh hingga ke mulut pengisian.

    Jika ingin memperkirakan jumlah bahan bakar, lebih baik mengikuti kapasitas tangki yang direkomendasikan dan tidak menjadikan kondisi bensin meluber sebagai patokan bahwa tangki sudah penuh.

    Pada akhirnya, mengisi bensin sampai meluber bukan kebiasaan yang memberikan keuntungan besar. Selain membuat bahan bakar terbuang, tindakan tersebut dapat meningkatkan risiko keselamatan dan berpotensi mengganggu sistem yang berkaitan dengan pengelolaan uap bahan bakar.

    Cukup isi bensin sampai mekanisme pengisian berhenti secara normal, lalu tutup tangki dengan rapat. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga kendaraan tetap bersih, mengurangi pemborosan bahan bakar, dan menghindari masalah yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More