Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Sih Mobil Jarang Dipakai Tapi Akinya Tetap Tekor?
ilustrasi aki mobil (freepik.com/standret)
  • Meski mesin mati, jam, alarm, memori, central lock, dan modul elektronik tetap mengonsumsi daya sedikit demi sedikit hingga aki melemah.
  • Mobil yang lama terparkir tidak memberi alternator kesempatan mengisi ulang aki, sehingga tegangan turun dan kemampuan menyimpan daya dapat berkurang.
  • Usia aki, aksesori tambahan, atau gangguan kelistrikan dapat mempercepat aki tekor; penggunaan berkala dan pemeriksaan sistem pengisian diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Mobil yang lama diam bisa punya aki habis. Walau mesin mati, jam, alarm, dan kunci mobil masih makan sedikit listrik. Aki juga tidak diisi lagi kalau mesin tidak hidup. Aki tua atau kabel listrik yang bermasalah bisa membuatnya cepat habis. Jadi mobil perlu dipakai kadang-kadang dan akinya harus dicek.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mobil yang jarang digunakan sering dianggap lebih awet karena mesin dan berbagai komponennya tidak bekerja terlalu keras. Namun, anggapan tersebut tidak selalu berlaku untuk aki. Justru, mobil yang terlalu lama terparkir bisa mengalami masalah aki tekor atau bahkan soak.

Kondisi ini sering membuat bingung karena mobil tidak digunakan untuk perjalanan jauh maupun menghadapi kemacetan. Padahal, meski mesin mati dan mobil diam di garasi, masih ada sejumlah faktor yang membuat daya aki terus berkurang.

1. Mobil tetap menggunakan sedikit daya saat mesin mati

Mengisi daya AKI Mobil (pexels.com/Vladimir Srajber)

Ketika mesin dimatikan, bukan berarti seluruh sistem kelistrikan mobil benar-benar berhenti bekerja. Beberapa komponen tetap membutuhkan daya untuk mempertahankan fungsi tertentu, seperti jam, sistem alarm, memori, central lock, hingga modul elektronik.

Konsumsi daya tersebut memang relatif kecil, tetapi berlangsung terus-menerus. Jika mobil dibiarkan terlalu lama tanpa digunakan, kapasitas aki perlahan berkurang. Ketika daya sudah terlalu rendah, aki mungkin tidak lagi memiliki tenaga yang cukup untuk memutar motor starter saat mesin akan dihidupkan.

2. Aki tidak mendapat kesempatan untuk diisi kembali

ilustrasi aki mobil (pexels.com/Anna Shvets)

Pada mobil bermesin bensin atau diesel, aki biasanya mendapatkan pengisian kembali ketika mesin hidup melalui sistem pengisian. Alternator mengubah energi dari putaran mesin menjadi listrik untuk memenuhi kebutuhan kendaraan sekaligus membantu mengisi aki.

Masalahnya, mobil yang hanya diam tidak memberikan kesempatan bagi aki untuk mendapatkan pengisian tersebut. Semakin lama kendaraan tidak digunakan, semakin besar kemungkinan tegangan aki turun. Aki yang terlalu lama berada dalam kondisi lemah juga dapat mengalami penurunan kemampuan menyimpan daya.

3. Usia aki dan kebocoran arus juga bisa menjadi penyebab

ilustrasi aki mobil (freepik.com/tongstocker1987)

Aki memiliki usia pakai yang terbatas. Seiring waktu, kemampuannya menyimpan dan melepaskan energi akan menurun. Karena itu, mobil yang jarang dipakai tetap bisa mengalami aki soak, terutama jika kondisi akinya memang sudah mulai melemah.

Selain faktor usia, konsumsi arus berlebih saat mobil dalam keadaan mati juga dapat mempercepat aki tekor. Misalnya, terdapat aksesori tambahan atau gangguan pada sistem kelistrikan yang terus menarik daya. Kondisi seperti ini perlu diperiksa jika aki berulang kali tekor meski baru saja digunakan atau diisi ulang.

Jadi, mobil yang jarang dipakai bukan berarti akinya akan selalu aman. Sistem elektronik tetap dapat mengonsumsi sedikit daya, sementara aki tidak mendapatkan pengisian kembali selama mesin tidak bekerja. Untuk mengurangi risiko aki tekor, mobil perlu digunakan secara berkala dan kondisi sistem pengisian sebaiknya tetap diperhatikan. Jika mobil akan disimpan cukup lama, lakukan perawatan aki sesuai jenis dan rekomendasi kendaraan agar dayanya tidak terus menurun.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Topics

Editorial Team

Related Article