Kenapa Sih Ban Mobil Bisa Botak di Bagian Tertentu Saja?

- Tekanan angin terlalu tinggi mempercepat aus di tengah telapak ban, sedangkan tekanan rendah membuat kedua sisi ban lebih cepat botak.
- Keausan pada sisi dalam atau luar ban dapat dipicu wheel alignment berubah akibat benturan, jalan rusak, atau komponen kaki-kaki yang aus.
- Suspensi melemah, kaki-kaki longgar, dan roda tidak seimbang dapat membuat ban aus berpola; pemeriksaan menyeluruh diperlukan saat keausan tidak merata terlihat.
Keausan ban mobil tidak selalu terjadi secara merata. Ada kalanya bagian tengah ban terlihat masih cukup tebal, tetapi sisi dalam atau sisi luar justru sudah mulai botak. Bahkan, pada kondisi tertentu, permukaan ban bisa aus pada titik-titik tertentu seperti membentuk pola yang tidak biasa.
Kondisi tersebut sebaiknya tidak dianggap sekadar masalah usia ban. Pola keausan justru bisa menjadi petunjuk bahwa ada faktor lain yang memengaruhi cara ban bersentuhan dengan permukaan jalan, mulai dari tekanan angin hingga kondisi kaki-kaki mobil.
1. Tekanan angin membuat permukaan ban bekerja tidak merata

ilustrasi memompa ban mobil (vecteezy.com/Panuwat Dangsungnoen) Tekanan angin memiliki pengaruh besar terhadap area ban yang menyentuh permukaan jalan. Jika tekanan terlalu tinggi, bagian tengah telapak ban cenderung menerima beban dan gesekan lebih besar sehingga berpotensi lebih cepat aus dibanding bagian lainnya.
Sebaliknya, tekanan yang terlalu rendah dapat membuat bagian bahu atau sisi ban bekerja lebih keras. Akibatnya, keausan bisa lebih cepat muncul di kedua sisi telapak. Karena itu, tekanan angin sebaiknya diperiksa secara berkala dan disesuaikan dengan rekomendasi pabrikan kendaraan.
2. Sudut roda yang berubah bisa mengikis satu sisi ban

ilustrasi ban mobil (unsplash.com/Mason Jones) Ban yang botak hanya pada sisi dalam atau sisi luar sering berkaitan dengan perubahan sudut roda. Kondisi seperti wheel alignment yang tidak sesuai dapat membuat telapak ban tidak menapak secara optimal dan menyebabkan salah satu bagian menerima gesekan lebih besar.
Perubahan tersebut dapat terjadi akibat benturan keras, sering melewati jalan rusak, atau adanya komponen kaki-kaki yang mulai aus. Jika masalah tidak segera diperiksa, ban baru pun berpotensi mengalami pola keausan yang sama meski usianya masih relatif muda.
3. Komponen kaki-kaki dan keseimbangan roda juga berpengaruh

ilustrasi memasang ban mobil (unsplash.com/Benjamin Brunner) Keausan ban yang tidak merata juga dapat berkaitan dengan kondisi suspensi dan komponen kaki-kaki lainnya. Komponen yang sudah melemah atau memiliki kelonggaran dapat membuat roda tidak bekerja stabil ketika mobil berjalan, sehingga tekanan pada permukaan ban berubah-ubah.
Selain itu, roda yang tidak seimbang dapat memunculkan getaran pada kecepatan tertentu. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut dapat mempercepat keausan dengan pola tertentu. Karena itu, ketika melihat ban mulai botak tidak merata, pemeriksaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada ban.
Jadi, ban mobil yang botak di bagian tertentu bisa menjadi tanda adanya masalah yang perlu diperhatikan. Tekanan angin yang tidak tepat, perubahan sudut roda, hingga kondisi kaki-kaki dapat memengaruhi pola keausan. Semakin cepat penyebabnya ditemukan, semakin besar peluang mencegah ban mengalami kerusakan lebih parah dan harus diganti lebih cepat.

















