Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Suara Rem Bus dan Truk Sering Mendesis?

ilustrasi truk tanpa moncong (pexels.com/Mert Dinçer)
ilustrasi truk tanpa moncong (pexels.com/Mert Dinçer)
Intinya sih...
  • Mekanisme pelepasan udara pada sistem rem angin bus
  • Peran booster rem pada mobil penumpang
  • Pentingnya sistem pengering udara dan katup pengaman
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernahkah terlintas rasa penasaran saat berdiri di samping bus yang sedang berhenti dan mendengar suara hembusan udara tajam menyerupai desisan? Suara "cisss" yang ikonik tersebut sering kali dianggap sebagai tanda kerusakan bagi masyarakat awam, padahal itu merupakan indikator bahwa sistem keamanan kendaraan sedang bekerja dengan normal.

Tidak hanya pada bus, mobil penumpang pun terkadang mengeluarkan suara desis halus saat pedal rem diinjak atau dilepaskan dalam kondisi kabin yang senyap. Fenomena suara ini sebenarnya bersumber dari pelepasan tekanan atau pergerakan udara dalam komponen pengereman yang memiliki teknologi berbeda antara kendaraan berat dan kendaraan ringan.

1. Mekanisme pelepasan udara pada sistem rem angin bus

ilustrasi truk di lajur kiri (pexels.com/mikebird)
ilustrasi truk di lajur kiri (pexels.com/mikebird)

Suara desis yang sangat keras pada bus atau truk berasal dari sistem pengereman udara tekan atau full air brake. Berbeda dengan mobil pribadi, kendaraan berat membutuhkan kekuatan besar untuk menghentikan laju beban puluhan ton, sehingga tenaga manusia saja tidak akan cukup. Sistem ini mengandalkan kompresor untuk mengumpulkan udara bertekanan tinggi di dalam tangki khusus yang kemudian digunakan untuk menekan kampas rem.

Saat pengemudi menginjak pedal rem, udara bertekanan mengalir menuju kamar rem untuk mengaktifkan mekanisme pengereman. Begitu pedal dilepaskan, udara yang tadi digunakan harus dibuang ke atmosfer agar rem terlepas dan tidak mengunci. Proses pembuangan udara bertekanan tinggi melalui katup pembuangan inilah yang menciptakan suara desis nyaring. Jadi, suara tersebut justru menandakan bahwa sistem pembuangan udara bekerja dengan baik dan rem tidak dalam kondisi macet.

2. Peran booster rem pada mobil penumpang

ilustrasi truk berjalan di lajur kanan jalan tol (pexels.com/uhgo)
ilustrasi truk berjalan di lajur kanan jalan tol (pexels.com/uhgo)

Pada mobil penumpang yang menggunakan sistem hidraulis, suara desis biasanya terdengar lebih halus dan berasal dari komponen yang disebut brake booster. Komponen ini berfungsi untuk meringankan beban injakan pedal rem dengan memanfaatkan perbedaan tekanan udara atau vakum dari mesin. Di dalam booster terdapat membran atau diafragma yang memisahkan dua ruang udara dengan tekanan yang berbeda.

Saat pedal rem diinjak, katup udara pada booster akan terbuka untuk membiarkan udara atmosfer masuk ke salah satu ruang guna mendorong piston master rem. Proses masuknya udara secara cepat melewati katup kecil inilah yang terkadang menimbulkan suara desis halus di area bawah dasbor. Jika suara desis terdengar terus-menerus meskipun pedal tidak diinjak, hal itu bisa menjadi indikasi adanya kebocoran pada selang vakum atau kerusakan pada karet diafragma di dalam booster.

3. Pentingnya sistem pengering udara dan katup pengaman

Ilustrasi truk bermoncong di jalanan yang padat (pexels.com/David Brown)
Ilustrasi truk bermoncong di jalanan yang padat (pexels.com/David Brown)

Suara desis pada bus juga sering terdengar saat kendaraan sedang berjalan atau saat mesin baru dinyalakan, yang dikenal sebagai suara dari air dryer atau katup pelepas (unloader valve). Karena sistem rem angin sangat sensitif terhadap kelembapan dan air, udara yang dikompresi harus melewati alat pengering. Saat tangki udara sudah mencapai batas tekanan maksimal, katup pengaman akan membuka secara otomatis untuk membuang kelebihan tekanan beserta uap air yang tersaring.

Proses pembuangan otomatis ini sangat vital untuk mencegah kerusakan pada komponen internal akibat korosi atau pembekuan air di dalam jalur rem. Oleh karena itu, jika suara desis tersebut hilang sama sekali pada kendaraan besar, pengemudi justru harus waspada karena ada risiko tangki udara meledak akibat tekanan berlebih atau rem menjadi blong karena malfungsi katup. Memahami asal-usul suara ini memberikan ketenangan bahwa desisan tersebut adalah bahasa teknis kendaraan dalam menjaga keselamatan di jalan raya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Kenapa Suara Mesin Motor Kasar Saat Panas? Ini Penyebabnya

21 Jan 2026, 19:15 WIBAutomotive