Klarifikasi Resmi Insiden Kecelakaan Jetour T2 di Jagorawi

- Sistem keselamatan kendaraan berfungsi sesuai desain, termasuk airbag dan struktur kendaraan yang stabil.
- Insiden tabrak samping memicu gesekan dan api, yang menjadi dampak lanjutan pasca benturan keras.
- Jetour klaim kepatuhan standar keselamatan dan komitmen transparansi dalam penanganan insiden ini.
Jakarta, IDN Times - Insiden yang melibatkan Jetour T2 di ruas Tol Jagorawi akhirnya menemui titik terang. PT Jetour Sales Indonesia bersama Kementerian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan hasil investigasi secara resmi dalam rapat klarifikasi yang digelar pada Jumat, 13 Februari 2026.
Audiensi ini dipimpin langsung oleh Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan RI, Yusuf Nugroho, serta dihadiri jajaran KNKT dan perwakilan lembaga pengujian kendaraan bermotor.
1. Sistem keselamatan disebut berfungsi sesuai desain

Berdasarkan paparan dalam rapat klarifikasi, sistem keselamatan kendaraan disebut bekerja sesuai standar yang telah ditetapkan. Saat benturan terjadi, airbag mengembang penuh dan perlindungan penumpang tetap terjaga.
Struktur kendaraan juga dinyatakan stabil, tidak mengalami rollover atau terguling. Bahkan, pintu kendaraan masih dapat dibuka secara normal setelah benturan keras. Hal ini menunjukkan integritas struktur dan fungsi keselamatan berjalan sebagaimana dirancang serta memenuhi regulasi keselamatan yang berlaku.
“Kami mengapresiasi PT Jetour Sales Indonesia atas respon cepat dalam melakukan investigasi terhadap kejadian yang ada. Tujuan diselenggarakannya klarifikasi ini adalah untuk memperoleh penjelasan terkait kronologi dan hasil investigasi atas insiden kendaraan merek Jetour, dengan fokus pada spesifikasi teknis kendaraan, sistem keselamatan (safety system), serta mekanisme perlindungan terhadap risiko kebakaran," kata Yusuf Nugroho.
2. Tabrak samping picu gesekan dan api

Hasil analisis teknis lebih lanjut menyebutkan bahwa insiden tersebut merupakan tabrak samping, bukan tabrak belakang. Benturan ekstrem menyebabkan roda depan dan belakang kiri mengalami kerusakan berat.
Akibat kondisi itu, bagian bawah kendaraan bergesekan langsung dengan permukaan aspal. Gesekan inilah yang kemudian memicu percikan dan api sebagai dampak lanjutan pasca benturan keras, hingga akhirnya kendaraan terbakar.
Temuan ini menjadi poin penting karena menjelaskan kronologi teknis terjadinya kebakaran, yang disebut sebagai dampak lanjutan dari benturan dan gesekan ekstrem.
3. Klaim kepatuhan standar dan komitmen transparansi

Secara teknis, produk Jetour diklaim telah memenuhi standar keselamatan seperti ASEAN NCAP, ECE R153, dan ECE R34, serta regulasi lain yang berlaku di pasar domestik dan internasional.
President Director PT Jetour Sales Indonesia, Peter Zhang, menegaskan komitmen perusahaan dalam menangani insiden ini secara terbuka.
“Sejak awal kami berkomitmen untuk menelaah insiden ini secara teknis, terbuka, dan berbasis fakta. Hasil investigasi menunjukkan bahwa sistem keselamatan kendaraan bekerja sesuai standar yang berlaku. Keselamatan konsumen merupakan prioritas utama kami dan kami akan terus memastikan setiap produk Jetour memenuhi regulasi dan standar kualitas tertinggi,” jelasnya.
Melalui klarifikasi bersama regulator, Jetour juga menegaskan akan terus mematuhi seluruh ketentuan keselamatan di Indonesia, melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap produk, serta menjaga transparansi komunikasi kepada publik demi memastikan perlindungan maksimal bagi konsumen.















