Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lagi Berburu Mobil Bekas? Ini 5 Pertanda Kaki-kaki Mobil Mulai Rusak

3 min read
Lagi Berburu Mobil Bekas? Ini 5 Pertanda Kaki-kaki Mobil Mulai Rusak
ilustrasi kaki-kaki mobil (pexels.com/Malte Luk)
  • Bunyi gluduk, kletek, atau ketukan dari bawah mobil saat melewati jalan rusak dapat menandakan bushing, ball joint, link stabilizer, atau komponen kaki-kaki mulai aus.
  • Getaran setir, arah mobil sulit stabil, dan kendaraan tertarik ke satu sisi perlu diperiksa karena dapat berkaitan dengan tie rod, rack steer, ball joint, atau wheel alignment.
  • Mobil yang limbung, shock absorber bocor, serta ban aus tidak merata mengindikasikan gangguan suspensi atau geometri roda yang bisa menurunkan kestabilan dan mempercepat biaya perbaikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kaki-kaki menjadi salah satu bagian mobil yang bekerja keras setiap kali kendaraan melaju. Jalan berlubang, polisi tidur, hingga beban kendaraan terus-menerus memberikan tekanan pada komponen seperti shock absorber, bushing, ball joint, dan tie rod.

Masalahnya, kerusakan kaki-kaki sering tidak langsung terasa parah. Gejala kecil justru kerap dianggap sepele sampai akhirnya komponen mengalami kerusakan lebih serius. Padahal, mengenali tanda awal bisa membantu mencegah biaya perbaikan yang semakin besar.

  1. 1. Muncul bunyi aneh dari bawah mobil

    ilustrasi membersihkan kotoran di area kaki-kaki mobil
    ilustrasi membersihkan kotoran di area kaki-kaki mobil (pexels.com/Artem Podrez)

    Salah satu tanda paling mudah dikenali adalah munculnya bunyi aneh dari bagian bawah mobil. Suaranya bisa berupa bunyi “gluduk”, “kletek”, atau ketukan ketika melewati jalan rusak dan polisi tidur. Kondisi ini dapat berkaitan dengan bushing, ball joint, link stabilizer, atau komponen kaki-kaki lainnya yang mulai aus.

    Namun, suara saja tidak cukup untuk menentukan komponen yang rusak. Setiap kendaraan memiliki konstruksi kaki-kaki berbeda sehingga sumber bunyi perlu diperiksa secara langsung. Jika bunyi semakin sering muncul, pemeriksaan di bengkel sebaiknya tidak ditunda terlalu lama.

  2. 2. Setir terasa bergetar atau tidak stabil

    Ilustrasi pengemudi sedang mempersiapkan posisi duduk dan setir
    Ilustrasi pengemudi sedang mempersiapkan posisi duduk dan setir (freepik.com/freepik)

    Setir yang tiba-tiba terasa bergetar juga patut diperhatikan. Getaran bisa muncul ketika mobil melaju pada kecepatan tertentu dan semakin terasa saat permukaan jalan tidak rata. Selain masalah keseimbangan atau kondisi ban, kaki-kaki yang mengalami keausan juga dapat menjadi salah satu penyebab.

    Gejala lain adalah setir terasa kurang presisi atau mobil seperti sulit mempertahankan arah lurus. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan tie rod, rack steer, ball joint, atau wheel alignment. Pemeriksaan diperlukan agar penyebabnya tidak salah ditebak dan komponen yang sebenarnya masih bagus tidak ikut diganti.

  3. 3. Mobil terasa limbung

    Ilustrasi setir mobil yang kurang responsif
    Ilustrasi setir mobil yang kurang responsif (freepik.com/diana.grytsku)

    Mobil yang terasa lebih limbung dari biasanya juga bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem suspensi. Salah satu komponen yang perlu diperhatikan adalah shock absorber. Ketika kemampuannya meredam gerakan bodi menurun, mobil bisa terasa lebih mengayun setelah melewati polisi tidur atau jalan bergelombang.

    Perhatikan juga apakah bodi mobil membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali stabil setelah melewati permukaan yang tidak rata. Jika gejala tersebut disertai kebocoran oli pada shock absorber, pemeriksaan sebaiknya segera dilakukan. Suspensi yang tidak optimal bukan hanya mengurangi kenyamanan, tetapi juga dapat memengaruhi kestabilan kendaraan.

  4. 4. Ban aus tidak merata

    ilustrasi mengisi tekanan ban mobil
    ilustrasi mengisi tekanan ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Keausan ban yang tidak merata sering dianggap hanya sebagai masalah ban. Padahal, kondisi tersebut juga dapat menjadi petunjuk adanya persoalan pada kaki-kaki atau geometri roda. Ban yang aus pada sisi tertentu, misalnya, bisa berkaitan dengan alignment yang tidak sesuai.

    Jika dibiarkan, ban bisa lebih cepat habis meskipun usia pakainya belum lama. Selain membuat biaya penggantian ban membengkak, kondisi tersebut juga dapat mengurangi kemampuan ban mencengkeram permukaan jalan. Karena itu, pola keausan ban sebaiknya ikut diperiksa ketika melakukan perawatan berkala.

  5. 5. Mobil terasa tertarik ke satu sisi

    perlukah mengunci setir mobil
    ilustrasi setir mobil (unsplash.com/Stephan Mahlke)

    Mobil yang cenderung bergerak ke kiri atau kanan ketika setir dilepas sebentar di jalan yang aman dan rata bisa menjadi tanda adanya masalah pada alignment. Namun, tekanan ban yang berbeda atau kondisi permukaan jalan juga bisa menyebabkan gejala serupa.

    Jika setelah tekanan ban disamakan mobil tetap cenderung menarik ke satu sisi, pemeriksaan kaki-kaki dan wheel alignment bisa dilakukan. Menangani gejala sejak awal biasanya lebih masuk akal daripada menunggu kerusakan berkembang. Sebab, masalah kecil pada kaki-kaki berpotensi merembet ke komponen lain sekaligus memperbesar biaya perbaikan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More