Mau Beli Mobil Listrik Tahun Ini? Cek XPENG G6 Dulu!

- XPENG Indonesia resmi menyerahkan 100 unit XPENG G6 kepada pelanggan dalam acara G6 Handover Ceremony yang dikemas dengan konvoi Jakarta–Bogor dan berbagai aktivitas interaktif.
- XPENG G6 tampil dengan desain aerodinamis, interior premium berteknologi tinggi berbasis chip Snapdragon 8295P, serta fitur Xpilot Assist yang meningkatkan kenyamanan dan keamanan berkendara.
- Sebagai bagian dari komitmen lingkungan, XPENG Indonesia menanam 250 bibit mangrove di Tangerang, sekaligus menegaskan keseriusan mereka terhadap keberlanjutan dan pasar EV lokal.
Puluhan XPENG G6 berjajar rapi di area parkir Hutan Kota by Plataran, GBK, Sabtu pagi kemarin (23/5). Ada yang Midnight Black, Silver Frost, sampai Stellar Purple. Siap meluncur dalam konvoi menuju Bogor. Ini bukan acara pameran biasa. XPENG Indonesia baru saja menyelenggarakan G6 Handover Ceremony, sebuah momen penyerahan resmi 100 unit XPENG G6 kepada para pelanggannya di Indonesia.
Satu hal yang langsung terasa sejak pagi: XPENG merancang sebuah pengalaman dari sambutan CEO, product presentation, video CSR, symbolic handover, hingga flag off konvoi menuju Marketing Gallery Summarecon Bogor. Total perjalanan pulang-pergi Jakarta–Bogor via Tol Jagorawi, dan sepanjang itulah G6 benar-benar bicara sendiri lewat performanya.
Ini hal yang paling berkesan setelah seharian penuh bersama XPENG G6. Simak lengkapnya, ya!
1. Acara dibuka terasa sangat personal
Iki Wibowo, CEO XPENG Indonesia, membuka acara dengan nada yang gak terasa seperti pidato korporat biasa. Pesannya sederhana: para pelanggan G6 dan X9 yang hadir pagi itu bukan hanya pembeli, tapi bagian dari keluarga XPENG Indonesia.
Konsep customer-centric ini terasa nyata sepanjang hari. Setelah symbolic handover, pelanggan diajak ikut briefing XJourney, lalu bersama-sama flag off konvoi ke Bogor. Sebelum bicara tentang performanya dan pengalaman nyetirnya, kita cek eksteriornya dulu yuk!
2. Eksteriornya aerodinamis dan warna yang hangat

Berdiri di samping G6, hal pertama yang mencolok adalah proporsinya yang panjang dan rendah. Dengan dimensi 4.758 × 1.920 × 1.650 mm dan wheelbase 2.890 mm, ini bukan SUV mungil tapi siluetnya terasa ramping berkat desain coupe-style yang mengalir dari depan ke belakang.
Dua detail desain yang paling khas: Starlight Wing LED lightbar yang membentang penuh di bagian depan, dan rear C-ring design yang jadi semacam tanda tangan visual XPENG. Ditambah ducktail di buritan yang bukan sekadar aksesoris semua elemen itu berkontribusi pada drag coefficient 0.248 Cd, salah satu yang terendah di kelasnya.
Tersedia dalam 5 pilihan warna: Stellar Purple, Midnight Black, Silver Frost, Graphite Gray, dan Arctic White. Dan semua berdiri di atas pelek 20 inci dengan ban Michelin silent tires yang diklaim meredam kebisingan hingga 10 dB. Nah, gimana interiornya?
3. Masuk kabinnya kayak masuk lounge
Pintu terbuka, dan yang pertama menyambut adalah aroma material premium kombinasi Nappa leather di jok dengan lapisan atap berbahan suede-like yang terasa hangat secara visual. Desain interiornya mengusung konsep floating console yang membuat dasbor terasa lapang dan gak sesak.
Tapi bintang utama kabin ini tetap setup layarnya: layar sentuh 15,6 inci resolusi 2.4K di tengah (yang tetap terbaca jelas di bawah terik matahari), cluster instrumen LCD 10,25 inci, dan AR HUD yang memproyeksikan navigasi langsung ke kaca depan. Semua ditenagai chip Qualcomm Snapdragon 8295P chip yang sama dengan yang ada di smartphoneflagship 2025.
Sistem operasinya, XOS, mendukung multitasking: layar bisa dibagi dua, dua aplikasi bisa jalan bersamaan, dan navigasinya bisa dikontrol lewat gestur tiga jari. Streaming, YouTube, Spotify, semua bisa langsung dari layar tengah.
Kapasitas bagasi 571 liter atau 1.374 liter kalau kursi belakang dilipat. Plus storage box armrest 8,9 liter yang diklaim terbesar di kelasnya. Buat yang sering road trip, ini angka yang cukup menggiurkan.
4. Konvoi menuju Bogor, momen paling jujur menilai XPENG G6
Rute XJourney hari itu terbilang representatif: mulai dari kawasan perkotaan Jakarta Selatan, masuk Tol Dalam Kota, lanjut Tol Jagorawi dari Cawang, keluar di Sentul, dan berakhir di Summarecon Bogor. Kombinasi macet kota, akselerasi tol, hingga tikungan keluar pintu tol semuanya ada.
Di kecepatan tol, G6 terasa stabil dan meyakinkan. Suspensi front double wishbone dan rear 5-link meredam jalan dengan baik tanpa terasa mengambang. Kabin nyaris senyap ban Michelin silent tires-nya bekerja sesuai klaim.
Untuk varian Pro yang IDN Times kendarai, tenaga maksimalnya 358 kW dengan torsi 660 N·m, dan akselerasi 0–100 km/h di 6,7 detik. Ada enam mode berkendara: Sport, Comfort, ECO, Individual, Launch, sampai Escape Mode. Di tol, Comfort mode sudah lebih dari cukup dan fitur ACC (Adaptive Cruise Control) ditambah LCC (Lane Centering Control) dari Xpilot Assist membuat perjalanan jauh terasa jauh lebih santai.
Yang menarik ATC (Adaptive Turning Cruise) yang menyesuaikan kecepatan otomatis saat menikung, dan ALC (Auto Lane Change) yang bisa ganti jalur secara halus dengan satu sentuhan. Di tol Jagorawi yang cukup padat pagi itu, fitur-fitur ini bukan gimik tapi benar-benar membantu!
5. XPENG ikut tanam 250 mangrove di Tangerang

Di luar spesifikasi dan pengalaman berkendara, ada satu hal dari acara ini yang menarik untuk disebut.
Sebagai bagian dari milestone penyerahan 100 unit ini, XPENG Indonesia berkolaborasi dengan Yayasan Benih Baik Indonesia untuk menanam 250 bibit mangrove di kawasan pesisir Ketapang, Mauk, Tangerang dengan program monitoring selama tiga tahun ke depan. Proyeksinya: 250 pohon itu mampu menyerap 5–6,25 ton CO₂ per tahun.
Ini membuktikan bahwa memilih EV bukan hanya soal hemat bensin, tapi juga pilihan yang punya dampak lebih besar termasuk bagi lingkungan di sekitar kita.
6. XPENG G6 layak masuk shortlist-mu

XPENG G6 dibanderol Rp679 juta (Pro). Di harga itu, kamu dapat: teknologi 800V charging tercepat di kelasnya, kabin tri-screen dengan chip flagship, Xpilot Assist yang benar-benar berguna, sistem audio sekelas home theater, dan build quality yang terasa solid di setiap sudutnya.
Fakta bahwa G6 Pro sekarang sudah dirakit lokal (CKD) di Indonesia sejak November 2025 juga penting ini bukan hanya soal nasionalisme industri, tapi juga sinyal bahwa XPENG serius untuk jangka panjang di sini.
Kalau kamu lagi mempertimbangkan pindah ke EV dan budget-mu di kisaran ini, G6 adalah salah satu argumen paling kuat yang bisa kamu test drive sendiri. Dan setelah seharian penuh bersama mobil ini dari Jakarta sampai Bogor dan balik lagi sulit untuk tidak setuju. (WEB/BAP)

















