Mengenal Teknologi HEV Generasi Kedua di Mitsubishi New Xforce

- Mitsubishi New Xforce HEV generasi kedua mengusung konsep ‘Electric Drive. Beyond Hybrid Confidence’ dengan motor listrik sebagai penggerak utama dan mesin bensin aktif sesuai kebutuhan tenaga.
- Mobil ini menawarkan tujuh mode berkendara, termasuk Tarmac, EV Priority, dan Charge Mode, yang memberi fleksibilitas tinggi menyesuaikan kondisi jalan serta preferensi pengemudi.
- Sistem HEV terbaru diklaim lebih efisien dan nyaman digunakan harian berkat fitur Long EV Drive, kabin senyap, serta jarak tempuh hingga 1.000 kilometer per tangki penuh.
Jakarta, IDN Times - Teknologi hybrid semakin banyak digunakan pabrikan otomotif sebagai solusi menuju era elektrifikasi. Namun, Mitsubishi mengklaim sistem Hybrid Electric Vehicle (HEV) generasi kedua yang digunakan pada New Xforce tidak hanya mengejar efisiensi bahan bakar, tetapi juga meningkatkan pengalaman berkendara sehari-hari.
Lewat konsep “Electric Drive. Beyond Hybrid Confidence”, Mitsubishi mengembangkan sistem hybrid yang membuat motor listrik lebih sering menggerakkan mobil, sementara mesin bensin bekerja sesuai kebutuhan. Hasilnya, karakter berkendara diklaim lebih halus, senyap, sekaligus tetap responsif.
1. Motor listrik menjadi penggerak utama

Berbeda dengan mobil bermesin bensin konvensional, New Xforce HEV mengandalkan kombinasi mesin 1.6 liter DOHC MIVEC dan motor listrik. Dalam banyak kondisi, terutama saat mobil mulai berjalan, melaju pelan di jalan perkotaan, atau menghadapi kemacetan, motor listrik berperan sebagai sumber tenaga utama.
Sementara itu, mesin bensin akan aktif secara otomatis ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar, seperti saat menyalip, menanjak, atau melaju pada kecepatan tinggi. Mesin juga berfungsi mengisi daya baterai ketika diperlukan sehingga pengemudi tidak perlu melakukan pengisian daya dari luar.
Mitsubishi menyebut pendekatan tersebut menghasilkan akselerasi yang lebih linear, kabin lebih senyap, serta respons pedal gas yang terasa lebih instan dibanding kendaraan bermesin bensin biasa. Seluruh perpindahan kerja antara motor listrik dan mesin berlangsung otomatis sehingga pengemudi cukup berkendara seperti biasa.
2. Punya tujuh mode berkendara

Salah satu keunggulan New Xforce HEV adalah hadirnya tujuh mode berkendara yang dapat disesuaikan dengan kondisi jalan maupun kebutuhan pengemudi. Selain Normal, Wet, Gravel, dan Mud yang sudah dikenal pada Xforce, Mitsubishi menambahkan tiga mode baru, yakni Tarmac, EV Priority, dan Charge Mode.
Mode Tarmac dirancang agar respons akselerasi lebih optimal saat melintasi jalan beraspal. Sementara EV Priority memungkinkan kendaraan memaksimalkan penggunaan tenaga listrik dalam kondisi tertentu sehingga mobil dapat melaju lebih senyap.
Adapun Charge Mode berfungsi mengisi daya baterai menggunakan mesin bensin ketika dibutuhkan. Ketiga mode tersebut membuat pengemudi memiliki fleksibilitas lebih dalam mengatur karakter kendaraan sesuai situasi berkendara, tanpa harus memahami sistem hybrid secara mendalam.
3. Diklaim lebih irit sekaligus nyaman digunakan harian

Mitsubishi mengembangkan sistem HEV generasi kedua dengan fokus pada real-world usability, yaitu manfaat teknologi hybrid yang benar-benar dapat dirasakan dalam penggunaan sehari-hari. Salah satunya melalui fitur Long EV Drive, yang memungkinkan mobil lebih lama menggunakan tenaga listrik pada kondisi tertentu.
Dengan penggunaan motor listrik yang lebih dominan, New Xforce HEV diklaim mampu menghadirkan kabin yang lebih tenang, minim getaran, dan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien.
Mitsubishi bahkan menyebut SUV ini mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam sekali pengisian penuh tangki berkapasitas 42 liter, meski angka tersebut bergantung pada kondisi jalan dan gaya berkendara.
Melalui teknologi tersebut, Mitsubishi berharap konsumen dapat menikmati keuntungan elektrifikasi tanpa perlu mengubah kebiasaan berkendara maupun bergantung pada infrastruktur pengisian daya seperti mobil listrik murni.



















