Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mesin Mobil Masih Halus, Tapi Boros? Ini Penyebab yang Sering Diabaikan

Ilustrasi mengisi BBM di Pom Bensin
Ilustrasi mengisi BBM di Pom Bensin (freepik.com/freepik)

Tidak sedikit pemilik mobil yang merasa mesin kendaraannya masih halus dan responsif, tetapi konsumsi bahan bakar terasa semakin boros. Kondisi ini sering membingungkan karena tidak disertai gejala kerusakan yang jelas.

Padahal, pemborosan BBM bisa menjadi sinyal awal adanya komponen yang tidak bekerja optimal. Jika dibiarkan, masalah kecil ini berpotensi berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

1. Filter udara kotor menghambat pembakaran

Ilustrasi mengganti filter udara mobil yang baru
Ilustrasi mengganti filter udara mobil yang baru (pexels.com/Mathias Reding)

Filter udara berfungsi menyaring kotoran sebelum udara masuk ke ruang bakar. Saat filter kotor, aliran udara menjadi terhambat dan pembakaran tidak berlangsung sempurna.

Akibatnya, mesin membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang sama. Membersihkan atau mengganti filter udara secara berkala dapat membantu mengembalikan efisiensi mesin.

2. Tekanan ban tidak sesuai standar

Ilustrasi mengisi tekanan angin ban mobil
Ilustrasi mengisi tekanan angin ban mobil (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Ban dengan tekanan angin kurang membuat hambatan gulir meningkat. Mesin harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan mobil.

Meski terasa sepele, kondisi ini bisa berdampak signifikan pada konsumsi BBM, terutama jika mobil sering digunakan untuk perjalanan jauh atau di dalam kota.

3. Gaya berkendara terlalu agresif

Ilustrasi mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi
Ilustrasi mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi (pexels.com/Mehmet Guzel)

Akselerasi mendadak dan sering menginjak gas dalam-dalam membuat konsumsi bahan bakar melonjak. Mesin dipaksa bekerja di putaran tinggi lebih sering.

Mengemudi dengan halus dan menjaga putaran mesin tetap stabil membantu menghemat BBM sekaligus menjaga umur mesin.

4. Sensor mesin mulai menurun performanya

Ilustrasi mekanik sedang mengecek sensor mesin mobil
Ilustrasi mekanik sedang mengecek sensor mesin mobil (freepik.com/peoplecreations)

Sensor seperti O2 sensor atau MAF sensor berperan penting dalam mengatur campuran bahan bakar dan udara. Saat sensor mulai melemah, sistem injeksi menjadi kurang akurat.

Akibatnya, mesin menyemprotkan bahan bakar lebih banyak dari yang dibutuhkan. Pemeriksaan berkala dapat mencegah pemborosan berlebihan.

5. Beban mobil berlebihan

Illustrasi membawa beban berlebih di mobil (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
Illustrasi membawa beban berlebih di mobil (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Barang yang menumpuk di bagasi menambah bobot kendaraan. Semakin berat mobil, semakin besar tenaga yang dibutuhkan untuk bergerak. Mengurangi barang yang tidak perlu membantu mesin bekerja lebih efisien dan konsumsi BBM lebih terkendali.

Mesin yang terasa normal belum tentu bekerja secara efisien. Pemborosan BBM sering kali berasal dari hal-hal kecil yang luput dari perhatian.

Dengan perawatan dan kebiasaan berkendara yang tepat, efisiensi bahan bakar dapat kembali optimal tanpa harus melakukan perbaikan besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Yamaha Lexi LX 155 Dapat Warna dan Grafis Baru, Ini Deretan Fiturnya!

21 Jan 2026, 12:05 WIBAutomotive