ilustrasi menyetir saat malam (pexels.com/Erik Mclean)
Jika tujuan utamanya menghemat BBM saat menghadapi kemacetan, gaya berkendara biasanya lebih penting daripada sekadar memindahkan transmisi ke N. Hindari akselerasi dan pengereman yang terlalu agresif karena energi yang sudah digunakan untuk mempercepat kendaraan kemudian banyak terbuang ketika harus mengerem. Menjaga jarak dengan kendaraan di depan juga dapat membantu mengurangi kebiasaan stop-and-go yang terlalu sering.
Selain itu, pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi, lakukan perawatan mesin secara rutin, dan hindari membawa beban yang tidak diperlukan. Penggunaan AC secara bijak juga dapat membantu menjaga efisiensi kendaraan. Dengan begitu, penghematan tidak hanya mengandalkan satu kebiasaan kecil saat mobil berhenti di tengah macet.
Jadi, memindahkan transmisi otomatis ke N saat macet bukan berarti sepenuhnya salah, tetapi manfaatnya terhadap penghematan BBM biasanya tidak besar. Posisi N dapat digunakan ketika mobil berhenti cukup lama agar pengemudi tidak perlu terus menahan kendaraan dalam posisi D. Namun, untuk berhenti sebentar dalam antrean, tidak ada alasan khusus untuk terus-menerus memindahkan tuas ke N demi menghemat BBM.
Yang lebih penting adalah menggunakan transmisi sesuai kondisi dan mengikuti petunjuk pabrikan kendaraan. Jika ingin konsumsi BBM lebih efisien, perhatikan juga gaya akselerasi, pengereman, tekanan ban, kondisi mesin, penggunaan AC, dan beban kendaraan. Jadi, anggapan bahwa menetralkan transmisi saat macet otomatis membuat mobil jauh lebih irit lebih tepat disebut sebagai mitos yang dilebih-lebihkan.