Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mitos vs Fakta: Jok Empuk Selalu Lebih Enak Buat Perjalanan

ilustrasi sunroof mobil
ilustrasi sunroof mobil (pexels.com/Hassan Oajbir)
Intinya sih...
  • Mitos: jok empuk selalu lebih nyamanJok terlalu empuk membuat tubuh tenggelam, memicu kelelahan otot lebih cepat, dan sulit menjaga postur alami.
  • Fakta: jok ideal harus menopang, bukan hanya empukJok yang baik menopang tubuh dengan tingkat kekerasan tertentu untuk menjaga posisi tulang belakang tetap stabil.
  • Mitos: empuk mengurangi pegal saat perjalanan jauhAliran darah terhambat akibat posisi duduk yang terlalu tenggelam, menyebabkan rasa pegal setelah beberapa jam perjalanan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang menganggap jok yang empuk pasti paling nyaman untuk perjalanan jauh. Logikanya sederhana, semakin empuk jok, semakin sedikit tekanan ke tubuh. Pandangan ini terdengar masuk akal, tapi tidak sepenuhnya benar jika dilihat dari sisi ergonomi.

Dalam dunia otomotif, kenyamanan duduk tidak hanya ditentukan oleh empuk atau kerasnya jok. Faktor struktur, distribusi beban, dan posisi tubuh justru punya peran lebih besar dalam menentukan rasa nyaman saat perjalanan panjang.

1. Mitos: jok empuk selalu lebih nyaman

ilustrasi pria naik motor
ilustrasi pria naik motor (pexels.com/Kevin Bidwell)

Jok yang terlalu empuk membuat tubuh kamu tenggelam terlalu dalam. Akibatnya, posisi tulang belakang sulit mempertahankan postur alami.

Secara ergonomi, ini memicu kelelahan otot lebih cepat. Tubuh harus bekerja ekstra untuk menjaga keseimbangan, terutama saat berkendara lama.

2. Fakta: jok ideal harus menopang, bukan hanya empuk

ilustrasi sunroof mobil
ilustrasi sunroof mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Jok yang baik memiliki tingkat kekerasan tertentu untuk menopang tubuh. Fungsinya menjaga posisi tulang belakang tetap stabil selama berkendara.

Dalam istilah teknis, ini disebut supportive seating. Jok seperti ini membagi tekanan secara merata, bukan hanya meredamnya.

3. Mitos: empuk mengurangi pegal saat perjalanan jauh

ilustrasi sunroof mobil
ilustrasi sunroof mobil (pexels.com/Karola G)

Banyak yang merasa jok empuk nyaman di awal perjalanan. Namun setelah satu hingga dua jam, rasa pegal justru mulai muncul.

Hal ini terjadi karena aliran darah terhambat akibat posisi duduk yang terlalu tenggelam. Tekanan tidak tersebar merata dan menumpuk di titik tertentu.

4. Fakta: struktur jok lebih penting dari busa

ilustrasi motor mogok
ilustrasi motor mogok (pexels.com/cottonbro studio)

Struktur rangka jok, kontur sandaran, dan lumbar support jauh lebih menentukan kenyamanan. Busa hanya berfungsi sebagai pelapis, bukan penopang utama.

Jok dengan kontur tepat menjaga tubuh tetap pada posisi netral. Ini mengurangi beban pada punggung bawah dan bahu selama perjalanan.

5. Fakta: jok sedikit firm lebih cocok untuk jarak jauh

ilustrasi sunroof mobil
ilustrasi sunroof mobil (pexels.com/Gustavo Fring)

Jok dengan karakter sedikit firm membantu tubuh tetap stabil saat mobil bergerak. Getaran kecil tidak langsung diserap tubuh, tapi diredam secara bertahap.

Secara teknis, ini mengurangi fatigue otot dalam jangka panjang. Perjalanan jauh justru terasa lebih ringan meski jok tidak terasa super empuk.

Jok empuk memang terasa nyaman saat pertama kali duduk. Namun kenyamanan jangka panjang ditentukan oleh kemampuan jok menopang tubuh dengan benar.

Kalau kamu sering melakukan perjalanan jauh, fokuslah pada desain dan dukungan jok, bukan sekadar empuk atau tidak. Jok yang tepat membuat badan tetap segar meski jarak tempuh panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More

Deretan Mobil Dengan Depresiasi Terendah di Indonesia

13 Jan 2026, 10:05 WIBAutomotive