Ilustrasi mobil hybrid (pexels.com/Gustavo Fring)
Jika melihat kondisi Indonesia saat ini, mobil hybrid masih menjadi pilihan yang lebih masuk akal bagi sebagian besar pengguna. Infrastruktur bahan bakar sudah tersedia di seluruh wilayah, sementara teknologi hybrid mampu memberikan efisiensi konsumsi BBM tanpa mengubah kebiasaan berkendara. Kendaraan ini juga cocok bagi pengguna yang memiliki mobilitas tinggi dan sering melakukan perjalanan antarkota.
Meski demikian, mobil listrik mulai menjadi pilihan menarik bagi masyarakat yang lebih banyak beraktivitas di kawasan perkotaan, memiliki akses pengisian daya di rumah, serta ingin menekan biaya operasional harian. Seiring bertambahnya jumlah SPKLU, meningkatnya kapasitas baterai, dan hadirnya lebih banyak model dengan harga yang kompetitif, daya tarik mobil listrik diperkirakan akan terus meningkat. Pada akhirnya, baik EV maupun hybrid memiliki keunggulan masing-masing, sehingga keputusan terbaik bergantung pada pola penggunaan, lokasi tempat tinggal, serta kebutuhan mobilitas sehari-hari.