Ilustrasi mobil listrik (pexels.com/MikeBird)
Selain memperhatikan durasi pengisian, kebiasaan sehari-hari juga berpengaruh terhadap kondisi baterai. Beberapa hal berikut bisa diperhatikan pemilik mobil listrik.
1. Gunakan charger yang sesuai
Untuk pengisian rutin di rumah, gunakan perangkat yang memang direkomendasikan untuk kendaraan. Wallbox atau perangkat AC rumah dapat menjadi pilihan untuk pengisian harian karena prosesnya berlangsung lebih bertahap.
Selain perangkatnya, kondisi instalasi listrik juga penting. Pastikan pemasangan dilakukan dengan standar yang sesuai dan menggunakan sirkuit yang mampu menangani beban pengisian.
2. Manfaatkan batas pengisian jika tersedia
Beberapa mobil listrik menyediakan pengaturan batas pengisian melalui sistem kendaraan atau aplikasi pendamping. Fitur tersebut bisa digunakan untuk menyesuaikan kebutuhan harian tanpa selalu mengejar kapasitas penuh.
Tidak semua perjalanan membutuhkan baterai 100 persen. Karena itu, pemilik bisa menyesuaikan batas pengisian dengan jarak perjalanan dan rekomendasi pabrikan.
Baterai Lithium-ion paling "nyaman" dan awet jika dijaga di kisaran 20% hingga 80%. Jika besok kamu hanya akan berkendara jarak dekat, manfaatkan fitur Charge Limit di aplikasi atau layar mobil untuk berhenti di 80%. Simpan pengisian 100% hanya untuk persiapan perjalanan jauh (road trip).
3. Jangan terlalu sering mengandalkan fast charging
Fast charging memang berguna ketika membutuhkan tambahan daya dalam waktu singkat. Namun, proses pengisian dengan daya tinggi menghasilkan kondisi kerja baterai yang lebih berat, termasuk temperatur yang lebih tinggi. Efek sering menggunakan fast charging dapat meningkatkan temperatur dan berbagai reaksi yang berpotensi memengaruhi usia baterai.
Karena itu, fast charging lebih tepat dimanfaatkan ketika memang dibutuhkan, sementara pengisian AC dapat digunakan untuk rutinitas harian.
4. Perhatikan kondisi dan suhu baterai
Temperatur atau suhu menjadi salah satu faktor yang dipantau sistem baterai selama proses pengisian. Sistem BMS dapat menyesuaikan kecepatan pengisian berdasarkan kondisi temperatur baterai.
Pemilik juga sebaiknya mengikuti petunjuk pabrikan mengenai kondisi kendaraan sebelum melakukan pengisian, terutama setelah mobil digunakan dalam kondisi yang membuat baterai bekerja cukup berat.