ilustrasi membersihkan velg ban mobil (unsplash.com/Julian Hochgesang)
Angin biasa sebenarnya tetap dapat digunakan untuk menjaga efisiensi kendaraan selama tekanan ban dipertahankan sesuai rekomendasi. Pengemudi tidak harus selalu menggunakan nitrogen hanya demi mengejar konsumsi bensin yang lebih rendah.
Jika memilih angin biasa, hal yang perlu diperhatikan adalah pemeriksaan tekanan secara berkala. Tekanan sebaiknya dicek ketika ban dalam kondisi yang sesuai dengan prosedur pabrikan, lalu disesuaikan dengan rekomendasi yang tercantum pada kendaraan.
Pada akhirnya, nitrogen bukan solusi ajaib untuk membuat mobil lebih irit bensin. Jenis gas yang digunakan memang memiliki karakteristik berbeda, tetapi faktor paling penting tetap tekanan ban yang sesuai, kondisi tapak ban, beban kendaraan, gaya mengemudi, serta kondisi jalan.
Jadi, jika tujuannya menghemat bensin, tidak perlu buru-buru mengganti angin biasa dengan nitrogen. Pastikan terlebih dahulu tekanan seluruh ban sesuai rekomendasi pabrikan dan lakukan pemeriksaan secara rutin. Kebiasaan sederhana tersebut justru lebih berpengaruh terhadap efisiensi sekaligus keselamatan berkendara.