5 Penyebab Tekanan Ban Mobil Turun saat Terparkir Lama, Apa Saja?

- Perubahan suhu udara di sekitar ban dapat menyebabkan tekanan ban mobil turun sekitar 1-2 PSI setiap kali suhu turun 10 derajat Celsius.
- Udara keluar secara alami dari material ban, bahkan tanpa tanda kebocoran, terutama saat mobil diparkir lama.
- Posisi parkir yang tidak rata dan kondisi pentil ban yang mulai aus juga dapat memengaruhi penurunan tekanan ban mobil.
Tekanan ban mobil sering luput dari perhatian, padahal sangat krusial untuk kenyamanan dan keselamatan berkendara. Banyak orang baru sadar tekanan ban kurang saat dikendarai atau indikator tiba-tiba menyala. Salah satu kondisi yang cukup sering terjadi adalah tekanan ban menurun setelah mobil diparkir dalam waktu lama.
Situasi ini sebenarnya cukup wajar, tapi tetap tidak boleh diabaikan. Tekanan ban yang turun bisa memengaruhi konsumsi bahan bakar, kestabilan mobil, hingga mempercepat keausan ban. Berikut ini lima sebab utama mengapa tekanan ban mobil bisa turun meski mobil hanya diam dan tidak digunakan dalam waktu lama.
1. Perubahan suhu udara di sekitar ban

Salah satu penyebab paling umum tekanan ban mobil turun adalah perubahan suhu udara. Udara di dalam ban akan menyusut ketika suhu lingkungan menurun, terutama jika mobil diparkir semalaman atau di tempat yang cukup dingin. Kondisi ini sering terjadi pada musim hujan atau saat mobil diparkir di area tertutup yang suhunya lebih rendah dibanding siang hari.
Secara teknis, tekanan ban akan turun sekitar 1–2 PSI setiap kali suhu turun sekitar 10 derajat Celsius. Jadi, meskipun tidak ada kebocoran sama sekali, tekanan ban tetap bisa berkurang secara alami. Hal ini normal, tapi tetap perlu dicek agar tekanan ban tetap ideal sebelum mobil digunakan.
2. Udara keluar secara alami dari material ban

Ban mobil terbuat dari karet yang sebenarnya tidak sepenuhnya kedap udara. Dalam jangka waktu tertentu, molekul udara bisa keluar secara perlahan melalui pori-pori karet ban. Proses ini disebut permeasi dan bisa terjadi pada semua jenis ban, bahkan yang masih baru sekalipun.
Saat mobil sering digunakan, penurunan tekanan ini biasanya tidak terlalu terasa karena kamu rutin mengecek atau mengisi angin. Namun, ketika mobil diparkir lama, efeknya jadi lebih terasa. Tekanan ban bisa turun beberapa PSI tanpa ada tanda kebocoran. Inilah alasan mengapa mobil yang jarang dipakai tetap perlu dicek tekanan bannya secara berkala.
3. Posisi parkir yang tidak rata

Permukaan tempat parkir juga berpengaruh terhadap kondisi ban. Jika mobil diparkir dalam waktu lama di permukaan yang tidak rata, beban kendaraan bisa lebih banyak bertumpu pada satu atau dua ban saja. Akibatnya, ban tersebut mengalami tekanan ekstra dan berisiko kempes lebih cepat dibanding ban lainnya.
Selain itu, parkir di permukaan kasar atau berbatu juga bisa mempercepat penurunan tekanan ban, terutama jika kondisi ban sudah tidak prima. Dalam jangka panjang, posisi parkir seperti ini bisa menyebabkan deformasi ringan pada ban dan memengaruhi tekanan anginnya. Jadi, parkirlah mobil di permukaan datar untuk menjaga kondisi ban tetap prima.
4. Kondisi pentil ban yang mulai aus

Pentil ban sering dianggap sepele, padahal komponen kecil ini berperan besar dalam menjaga tekanan ban tetap stabil. Seiring waktu, karet pada pentil bisa mengeras, retak, atau aus akibat usia dan perubahan suhu. Saat mobil diparkir lama, pentil yang sudah tidak optimal bisa menjadi jalur keluarnya udara secara perlahan.
Kebocoran pada pentil sering kali tidak langsung terasa dan sulit dideteksi secara kasat mata. Namun, jika tekanan ban sering turun meski ban terlihat baik-baik saja, ada kemungkinan masalahnya ada di bagian pentil. Mengganti pentil ban secara berkala adalah langkah sederhana untuk mencegah masalah ini.
5. Ban sudah lama atau pernah tambal berkali-kali

Usia ban juga sangat memengaruhi kemampuannya menahan tekanan udara. Ban yang sudah tua biasanya lebih kaku dan rentan mengalami kebocoran kecil. Begitu pula ban yang pernah ditambal berkali-kali, terutama jika penambalannya kurang rapi atau berada di area yang sensitif.
Saat mobil diparkir lama, ban dengan kondisi seperti ini lebih mudah kehilangan tekanan dibanding ban yang masih baru. Penurunan tekanan bisa terjadi secara perlahan. Jika kamu sering mengalami tekanan ban turun saat mobil jarang dipakai, ada baiknya mengecek usia ban dan mempertimbangkan penggantian.
Tekanan ban mobil yang turun saat parkir lama gak boleh dianggap remeh. Beberapa faktor seperti di atas patut diwaspadai agar kamu bisa lebih tenang dan aman saat berkendara. Cek tekanan ban secara rutin, terutama sebelum menggunakan mobil yang sudah lama diparkir, ya!


















