Banyak pemilik kendaraan yang menganggap bahwa semua selimut atau cover mobil memiliki fungsi yang sama, yaitu melindungi kendaraan dari segala cuaca. Anggapan ini sering kali berujung pada keputusan untuk menggunakan satu jenis pelindung saja sepanjang tahun, baik saat cuaca panas terik maupun ketika curah hujan sedang tinggi. Padahal, menggunakan satu jenis pelindung untuk dua kondisi cuaca yang bertolak belakang bisa menjadi bumerang yang justru merusak keindahan visual kendaraan.
Kondisi alam yang terjadi pada musim kemarau dan musim hujan membutuhkan pendekatan perlindungan yang sangat berbeda secara sains material. Karakteristik bahan yang dirancang untuk menangkal radiasi matahari ekstrem tidak akan mampu bekerja optimal saat diguyur air hujan deras, begitu pula sebaliknya. Memahami perbedaan mendasar dari kedua jenis pelindung ini sangat penting agar investasi dalam merawat bodi luar kendaraan tidak berujung pada kerusakan cat yang fatal.
