ilustrasi sebuah mobil listrik yang sedang diisi daya (pexels.com/Mike Bird)
Pertumbuhan populasi kendaraan listrik juga sejalan dengan meningkatnya pangsa pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia. Data Kemenperin menunjukkan, pangsa pasar Hybrid Electric Vehicle (HEV) naik dari 0,49 persen pada 2022 menjadi 9,26 persen pada periode Januari-Juni 2026.
Kenaikan yang lebih besar terlihat pada segmen Battery Electric Vehicle (BEV). Pangsa pasar mobil listrik berbasis baterai tersebut meningkat dari 0,99 persen pada 2022 menjadi 16,06 persen pada Januari-Juni 2026.
Peningkatan kendaraan elektrifikasi tersebut terjadi ketika pangsa pasar kendaraan bermesin pembakaran internal atau internal combustion engine (ICE) mulai mengalami penurunan. Kondisi ini menunjukkan konsumen Indonesia mulai memiliki lebih banyak pilihan kendaraan dengan teknologi rendah emisi.
Perubahan tersebut juga menunjukkan bahwa kendaraan listrik dan teknologi elektrifikasi tidak lagi menjadi produk yang hanya menyasar segmen tertentu. Pilihan model yang semakin beragam membuat teknologi tersebut mulai masuk ke kebutuhan mobilitas masyarakat yang lebih luas.