BYD Ajukan 6 Paten Baru Baterai Mobil Listrik, Jarak Tempuh Maksimal

- BYD mengajukan enam paten baterai padat dengan elektroda negatif elektrolit ganda, menggabungkan material halida dan sulfida untuk menggantikan elektrolit cair konvensional.
- Teknologi ini memakai kombinasi partikel, lapisan pelindung, struktur kristal, standar kontak minimal 60 persen, serta cairan ionik guna meningkatkan performa, keamanan, dan transportasi ion.
- BYD menargetkan produksi terbatas pada 2027 untuk prototipe kendaraan; baterai berpotensi menempuh 1.500–2.000 kilometer, namun produksi massal masih menghadapi kendala teknis dan manufaktur.
Pengembangan teknologi baterai padat atau solid-state battery kini memasuki babak baru yang sangat krusial dalam industri kendaraan listrik global. Produsen otomotif raksasa asal Tiongkok, BYD, dilaporkan mengajukan enam paten baru untuk mempercepat komersialisasi teknologi baterai masa depan tersebut.
Sebagaimana dilaporkan oleh carnewschina.com, langkah inovatif ini berfokus pada penggunaan elektroda negatif dengan elektrolit ganda. Inovasi ini menggabungkan material halida dan sulfida untuk menggantikan peran cairan elektrolit konvensional demi meningkatkan kinerja serta ketahanan sel baterai.
1. Penggabungan material kimia dan struktur elektrolit ganda

Inovasi utama dalam berkas paten BYD berfokus pada mengatasi hambatan antarmuka antara material padat yang sering memicu penurunan performa. Melalui berkas paten tersebut, kombinasi halida bermassa partikel kecil dan sulfida bermassa partikel besar dipadukan dengan katode aktif.
Pendekatan ini juga dilengkapi lapisan pelindung untuk mencegah reaksi kimia berbahaya yang berpotensi memicu lonjakan panas. BYD bahkan memadukan struktur kristal tunggal dan polikristal guna memaksimalkan kapasitas simpan energi sekaligus menjaga daya tahan baterai selama proses pengisian berulang.
2. Kriteria kontrol kualitas dan penerapan cairan ionik

Proses otomatisasi produksi baterai padat membutuhkan tingkat presisi tinggi agar kontak antar partikel padat tetap terjaga secara konsisten. BYD mengenalkan standar metrik Re yang menetapkan batas minimal kontak antara partikel katode dan elektrolit sebesar 60 persen.
Metrik tersebut selaras dengan temuan ilmiah bahwa partikel elektrolit berukuran lebih kecil dapat menempel lebih rapat pada permukaan katode. Selain itu, penggunaan agen pembasah cairan ionik juga diterapkan secara bertahap untuk memperlancar jalur transportasi ion di dalam sel baterai.
3. Target produksi terbatas dan tantangan komersialisasi massal

Melansir laporan dari carnewschina.com, BYD menargetkan dimulainya produksi skala kecil untuk baterai padat elektrolit ganda ini pada tahun 2027. Sel Baterai hasil uji coba tersebut nantinya akan dipasang dan dievaluasi terlebih dahulu pada unit kendaraan prototipe berbalut kamuflase.
Meskipun menawarkan keunggulan berupa jarak tempuh yang berpotensi mencapai 1.500 hingga 2.000 kilometer, tantangan produksi massal masih tergolong sangat besar. Berbagai kendala teknis dan manufaktur membuat adopsi baterai padat secara luas diperkirakan masih membutuhkan waktu bertahun-tahun.



















