Pyeonghwa Motors, Satu-satunya Produsen Mobil di Korea Utara

Keinginan untuk membangun industri otomotif nasional menginspirasi sebuah kolaborasi unik di akhir 1990-an. Ryongbong Company asal Korea Utara bermitra dengan cabang bisnis Gereja Unifikasi Korea Selatan, Tongil Group. Usaha patungan ini menyatukan mereka dengan tujuan bersama. Menandai pula langkah penuh harapan menuju inovasi dan kerja sama antar-Korea.
Pendeta Moon yang lahir di Korut mendirikan Gereja Unifikasi pada tahun 1954. Ia bertemu Kim Il Sung pada tahun 1991 dan mereka berbagi harapan untuk reunifikasi. Kemitraan mereka mengikuti model usaha patungan China yang sukses. Pihak asing menawarkan pendanaan dan teknologi, sementara pihak lokal menyediakan tenaga kerja, fasilitas, dan akses pasar. Yuk, simak fakta unik tentang Pyeonghwa Motors berikut ini!
1. Iklan Pyeonghwa Motors

Di negara yang dikenal minim iklan, lima papan reklame mobil besar tampak mencolok secara mengejutkan. Kelimanya muncul di lokasi penting seperti di dekat Hotel Pyongyang, di jalan tol bandara, di Kwangbok Street, di dekat stasiun kereta api, dan di Jembatan Chungsong. Koryo Tours menyebutkan bahwa iklan-iklan ini dipajang sejak tahun 2005. Semuanya dengan bangga mempromosikan mobil-mobil Pyeonghwa Motors.
Terkadang papan reklame menampilkan atlet terkenal dan hanya mobilnya saja. Tidak ada nomor telepon atau slogan pemasaran yang mencolok. Desainnya lebih terasa seperti poster inspiratif. Tampaknya dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Korut mampu memproduksi kendaraan dengan sentuhan internasional dan menjual beberapa ke luar negeri.
2. Produksinya sangat rendah

Pyeonghwa memegang hak eksklusif untuk memproduksi dan menjual mobil baru maupun bekas di Korea Utara. Hal ini menunjukkan peran pentingnya dalam industri otomotif nasional. Japanese Car Trade melaporkan bahwa pasar domestik menawarkan ruang untuk pertumbuhan di masa depan. Oleh karena itu, produksi Pyeonghwa sebenarnya penuh potensi untuk ekspansi.
Pada tahun 2003, Pyeonghwa hanya memproduksi 314 kendaraan, meskipun memiliki kapasitas hingga 10.000 unit. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan keluaran yang jauh lebih besar. Erik van Ingen, penulis Automobiles Made in North Korea, memberikan perkiraan produksi selanjutnya. Menurutnya, jumlah total mobil yang diproduksi mungkin tidak lebih dari sekitar 400 unit.
3. Titik baliknya terjadi pada tahun 2013

Pyeonghwa Motors menghadapi titik balik yang signifikan ketika mitra utamanya, Gereja Unifikasi, mengundurkan diri. Hal ini menandai masa depan yang penuh ketidakpastian. Mencari mitra internasional baru bukanlah hal yang mudah. Selain itu, melanjutkan operasi tanpa investasi asing juga menimbulkan tantangan signifikan bagi Korea Utara.
Selama pameran dagang yang diadakan tahun 2013, Korut memukau para pengunjung dengan memamerkan 36 model mobil Pyeonghwa baru. Namun, setelah diamati lebih dekat, terungkap bahwa semuanya adalah buatan China yang diberi logo Pyeonghwa. Desainnya menarik perhatian karena skala dan tampilannya.
Pyeonghwa Motors menjadi simbol semangat Korea Utara untuk mengembangkan industri otomotif domestik. Ia terus mewujudkan inovasi dan kebanggaan nasional. Perjalanannya menunjukkan visi menuju modernisasi. Sebagai tonggak sejarah industri, Pyeonghwa Motors merupakan pencapaian luar biasa dalam pembangunan Korut.













![[QUIZ] Kalau Hidupmu Ibarat Lampu Lalu Lintas, Sekarang Warna Apa?](https://image.idntimes.com/post/20250505/005-7e4152c6ab9921ba717f12d4b384e7b6-842aae21cf0e972bb4c70fbe4ef03fbc.png)



