Review Xpeng X9, MPV Listrik Bongsor Bertabur Fitur Canggih

Jakarta, IDN Times - Kehadiran Xpeng X9 di Indonesia langsung memposisikan dirinya sebagai alternatif serius di segmen MPV premium berbasis listrik. X9 mencoba menggeser definisi MPV menjadi lebih modern, lebih digital, lebih futuristis, dan lebih berorientasi pada pengalaman penumpang.
Mobil yang juga menjadi lawan tangguh buat Denza D9 ini, dibekali dengan pendekatan yang berbasis teknologi, sehingga membuatnya terasa sangat futuristis. Berikut ini ulasan IDN Times mengenai Xpeng X9 setelah mencobanya untuk beberapa hari.
1. Desain eksterior futuristis, seperti dari masa depan

Secara visual, X9 jelas bermain di ranah futuristis. Garis bodinya tegas, minim ornamen, dan benar-benar menunjukkan garis desain yang kaku.
Lampu depan horizontal dan fascia depan yang nyaris tanpa grille memberikan identitas kuat, yang berlanjut hingga ke bagian samping. Dari samping baru terlihat betapa bongsornya Xpeng X9, ditambah penggunan pelek berdiameter 20 inci sebagai pelengkap tampilan premiumnya.
Mobil ini memiliki panjang 5.293 mm, lebar 1.988 mm, tinggi 1.785 mm, serta jarak sumbu roda 3.160 mm.
Keunikan desain X9 menurut IDN Times terletak pada area buritan, yang gak kalah futuristis dari bagian depan namun memilik aura yang berbeda dengan garis bodi yang tegas, kaca belakang berukuran besar, serta lampu rem yang memanjang dengan logo Xpeng yang dapat menyala.
2. Interiornya menawarkan kenyaman maksimal

Kabin adalah titik terkuat X9. Captain seat di baris kedua terasa benar-benar premium berkat fitur Zero-gravity Space, yang empuk, luas, dan ergonomis untuk perjalanan jauh. Kabin ini jelas didesain dengan fokus pada penumpang, bukan pengemudi.
Xpeng menyebut kabin X9 sebagai Starship Universe Cockpit, dengan kelebihan yang menurut IDN Times lebih dari cukup untuk sebuah mobil. Pada baris kedua misalnya, terdapat layar entertainment berukuran 21,4 inch untuk hiburan bagi penumpang baris kedua dan ketiga. Menariknya, layar tersebut bisa terbuka maupun tertutup secara elektrik.
Namun pendekatan interiornya sangat bergantung pada layar. Hampir semua fungsi dikendalikan via sistem digital, yang di satu sisi terlihat modern, tapi di sisi lain mengurangi tactile feedback. Buat pengguna yang terbiasa dengan tombol fisik, ini bisa terasa kurang intuitif, terutama saat berkendara.
3. Ragam fitur canggih pada Xpeng X9

Sebagai produk dari Xpeng, X9 membawa paket teknologi yang sangat agresif. ADAS (Advance Driver Assistance System) yang lengkap, sistem infotainment cepat, dan ekosistem digital yang terasa seperti gadget besar di atas roda.
Sebagai informasi, untuk mendukung kepintaran ADAS pada X9, Xpeng membekali mobil bongsor ini dengan total 15 titik radar dan 12 buah kamera. Berbagai radar dan kamera tersebut membantu aktifnya fitur ADAS seperti Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Centering Control (LCC), Forward Collision Warning (FCW), Forward Distance Monitoring (FDM), Speed Assistant System (SAS), dan yang lainnya.
Salah satu fitur lainnya yang dapat dimanfaatkan di mobil ini adalah fitur parkir otomatis, di mana mobil akan membaca slot parkir yang kosong di parkiran lalu akan memarkirkan mobil secara perlahan hingga posisinya dirasa cukup sempurna. Bagi IDN Times, fitur ini cukup membantu dan hasilnya pun presisi.
4. Spesifikasi motor listrik dan baterai Xpeng X9

Secara performa, X9 tidak mengecewakan. Akselerasi instan khas EV terasa jelas, terutama saat start dari kondisi diam atau overtaking di kecepatan rendah-menengah.
Seluruh varian X9 merupakan penggerak roda depan (Front Wheel Drive/FWD), dengan motor listrik bertenaga maksimum hingga 235 kW atau 315 dk, dengan torsi 450 Nm.
Masing0masing varian menawarkan baterai berkapasitas 84,5 kWh (LFP) dan 101,5 kWh (NCM), yang mampu menempuh jarak hingga 702 kilometer menurut CLTC.
Untuk mengisi daya, X9 menggunakan port umum CCS2 dengan kemampuan maksimum di 317 kW untuk versi NCM. Dengan metode fast charging, pengecasan dari 10 persen hingga 80 persen hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit saja.
5. Kenyamanan X9, penumpang jelas dimanjakan

Di jalan, X9 terasa sangat fokus pada kenyamanan. Suspensi bekerja efektif meredam permukaan jalan, dan kabin tetap tenang, ini cocok untuk penggunaan keluarga.
Saat mengemudi, IDN Times merasakan kalau dari dalam kabin mobil ini ternyata tidak terasa begitu bongsor, apa lagi X9 dibekali fitur Rear Wheel Steering. Fitur ini membuat ban belakang dapat berbelok mengikuti pergerakan ban depan, sebanyak 5 derajat.
Walaupun hanya 5 derajat, IDN Times merasa sangat terbantu khususnya ketika akan melakukan U-Turn atau putaran balik dengan X9, lantaran radius putarnya jadi lebih minim lagi.
Hal lain yang IDN Times sukai saat menyetir X9 adalah bantingan suspensinya yang sangat lembut, karena mobil ini mengusung model air suspension atau suspensi udara. Selain lembut, ketinggian atau ground clearance mobil juga bisa diatur dari layar head unit utama.
Saat melintasi jalan yang rusak atau berlubang, ketinggian mobil bisa diatur lebih tinggi dari standarnya. Begitu juga sebaliknya, saat ingin memacu mobil lebih cepat di jalan bebas hambatan, ketinggian suspensi bisa diatur serendah mungkin.



















