Comscore Tracker

Jangan Mencampur Pertamax dan Pertalite, Performa Mesin Bisa Drop

Jangan gara-gara ingin berhemat malah mogok

Jakarta, IDN Times – Kebijakan pemerintah menaikkan harga pertamax beberapa waktu lalu membuat banyak orang kemudian beralih ke Pertalite. Namun pembelian Pertalite kini dibatasi dengan aplikasi MyPertamina.

Bahkan, dalam waktu dekat, pemerintah akan melarang mobil bermesin di atas 2000 cc dan motor di atas 250 cc menggunakan Pertalite. Sebab mobil dan motor jenis ini dianggap tidak layak menenggak bahan bakar bersibsidi.

Pembatasan pembelian Pertalite ini membuat banyak orang mungkin berpikir untuk mencampur Pertamax dan Pertalite biar performa mesin terjaga namun kantong tetap aman. Sebab selisih RON antara kedua bahan bakar ini tidak berbeda jauh.

Pertamax memiliki RON 92 sementara RON Pertalite 90. Namun meski hanya selisih dua angka, kualitasnya jauh berbeda. Karena itu, mobil atau motor yang oleh pabrikan disarankan menggunakan Pertamax, sangat tidak direkomendasikan beralih ke Pertalite.

Sebab memaksakan diri menggunakan Pertalite bisa membuat mesin jebol. Kalau sudah begini, biaya perbaikan mesin pasti lebih mahal dibandingkan tetap menggunakan Pertamax.

Yuk, pahami apakah mencampur Pertalite dengan Pertamax itu aman atau justru membahayakan kendaraanmu.

1. Mencampur Pertamax dengan Pertalite tidak akan menambah performa

Jangan Mencampur Pertamax dan Pertalite, Performa Mesin Bisa Drop

Pernah mendengar kalau mencampur Pertamax dengan Pertalite bisa menambah performa mesin kendaraan? Kalau pernah, sebaiknya jangan langsung percaya. Pertama-tama kamu perlu ketahui, Pertalite itu memiliki kandungan minimal oktan 90 dengan tambahan zat additive. 

Sementara Pertamax memiliki kandungan yang lebih tinggi, yaitu oktan 92. Jadi, bahan bakar ini sangat direkomendasikan untuk kendaraan yang memiliki rasio kompresi 9,1 – 10,1. Khususnya pada kendaraan dengan teknologi Electronic Fuel Injection (EFI).

Jadi sebenarnya gak masalah kalau kamu memang ingin mencampur Pertamax dan Pertalite, tapi ini akan berimbas pada kinerja dan kondisi mesin. Karena pada dasarnya, jika kendaraan yang dianjurkan minimal oktan 92 dicampurkan dengan kedua bahan bakar tersebut, maka kandungan optimal Pertamax yang bisa membersihkan kerak di mesin justru tidak akan berfungsi lagi.

Baca Juga: Sudah Tahu? Ini Perbedaan Pertamax dan Pertalite

2. Menimbulkan kerak pada piston

Jangan Mencampur Pertamax dan Pertalite, Performa Mesin Bisa Droppixabay.com/RonaldPlett

Piston atau torak adalah sumbat geser yang terpasang di dalam sebuah silinder mesin pembakaran. Dilansir dari www.suzuki.co.id, fungsi utama piston adalah untuk menerima tekanan dan pembakaran dan meneruskannya ke poros engkol yang berfungsi sebagai pusat dari seluruh gerakan piston. Selain itu, piston juga berperan dalam proses pembakaran untuk menghasilkan tenaga mesin.

Ada beberapa hal yang menyebabkan piston ini berkerak, seperti udara yang masuk ke ruang bakar ternyata punya andil dalam terbentuknya lapisan karbon di atas piston. Itu sebabanya jika gak pakai filter udara kemungkinan besar akan membentuk kerak di permukaan piston.

Namun, hal ini bakal sering terjadi ketika kamu mencampurkan dua jenis bahan bakar yang memiliki minimal oktan berbeda, seperti mencampurkan Pertamax dengan Pertalite. Sisa pembakaran keduanya bisa menimbulkan kerak pada piston sehingga proses pembakaran pada mesin akan tidak sempurna.

3. Mesin ngelitik

Jangan Mencampur Pertamax dan Pertalite, Performa Mesin Bisa Droprepublika.co.id

Nah, kamu harus tau nih jika proses pembakaran pada mesin tidak sempurna akan menyebabkan mesin ngelitik. Artinya, mesin akan menimbulkan getaran atau denotasi ketika mesin sedang bekerja. Istilah mesin ngeklitik ini juga biasa dikenal dengan engine knocking, secara detail mesin ini mengacu pada suara mesin kasar secara terus-terusan yang terasa seperti sedang sakit.

Hal ini tentunya karena penggunaan bahan bakar yang tidak tepat sebelumnya. Bahan bakar seharusnya terbakar dalam waktu yang telah ditentukan sesuai siklus mesin, sedangkan ngelitik ini terjadi karena ketidaksesuaian tersebut. Selain itu juga mencampurkan Pertamax dengan Pertalite juga bisa menyebabkan akselerasi kendaraan menjadi berat seiring berjalannya waktu.

Selain itu mencampur Pertamax dengan Pertalite juga bisa membuat lampu sensor check engine menyala atau error. Sensor ini menandakan bahwa ada hal yang gak beres pada mesin kendaraan. So, kalau kamu ingin mudikmu aman, sebaiknya jangan mencampur Pertalite dengan Pertamax, ya! 

Baca Juga: Daftar MPV dan SUV Diesel Pilihan, Mesin Bandel Irit Solar  

Topic:

  • Dwi Agustiar

Berita Terkini Lainnya