Melintasi jalan tol layang seperti rute Sheikh Mohamed bin Zayed atau MBK memberikan efisiensi waktu yang sangat signifikan bagi para penglaju antar-kota. Namun, di balik kelancaran arus lalu lintas yang ditawarkan, jalur layang menyimpan tantangan mekanis yang sangat berat bagi sektor kaki-kaki kendaraan.
Struktur jembatan bentang panjang ini memiliki ratusan sambungan besi atau expansion joint yang dipasang setiap beberapa puluh meter demi mengakomodasi pemuaian beton. Menghantam celah-celah besi ini secara terus-menerus dalam kecepatan tinggi menciptakan siksaan fisik yang nyata bagi komponen ban dan pelek roda.
