Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sering Ngisi Daya Ponsel di Mobil Bikin Baterai Cepat Jebol?

Sering Ngisi Daya Ponsel di Mobil Bikin Baterai Cepat Jebol?
Ilustrasi navigasi (Pexels/Tima Miroshnichenko)
Intinya Sih
  • Arus listrik dari alternator mobil cenderung fluktuatif, menyebabkan regulator ponsel bekerja ekstra dan berpotensi merusak sel baterai jika adaptor tidak memiliki proteksi tegangan yang memadai.
  • Adaptor murah dan kabel non-standar sering kali tidak aman karena menghasilkan panas berlebih, mempercepat degradasi kimiawi baterai litium, serta menurunkan kapasitas daya ponsel lebih cepat dari normal.
  • Mengisi daya saat mesin mati atau idle dapat menguras aki mobil dan membuat voltase rendah, memicu malfungsi sistem daya ponsel serta meningkatkan risiko panas berlebih di dalam kabin.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kebiasaan mengisi daya baterai ponsel pintar melalui soket pemantik api atau port USB bawaan mobil telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern, terutama saat menempuh perjalanan jauh. Namun, kekhawatiran mengenai kesehatan baterai sering kali muncul akibat anggapan bahwa arus listrik dari kendaraan tidak stabil dan dapat merusak komponen internal perangkat dalam jangka panjang.

Fenomena baterai yang cepat panas atau persentase daya yang tidak kunjung bertambah saat diisi di dalam kabin sering kali dianggap sebagai bukti kuat adanya kerusakan sistemik. Memahami mekanisme aliran listrik dari alternator kendaraan menuju perangkat elektronik sangat penting untuk membedakan antara mitos yang beredar dengan risiko teknis yang sebenarnya terjadi pada sel baterai litium-ion.

1. Fluktuasi tegangan listrik dari sistem alternator kendaraan

Ilustrasi navigasi (Pexels/Sami Aksu)
Ilustrasi navigasi (Pexels/Sami Aksu)

Penyebab utama yang sering dikaitkan dengan kerusakan baterai saat pengisian di mobil adalah ketidakstabilan arus listrik. Berbeda dengan listrik rumah yang relatif stabil, pasokan daya di mobil berasal dari alternator yang kinerjanya sangat bergantung pada putaran mesin. Saat mesin mobil dihidupkan, terjadi lonjakan tegangan (power surge) yang cukup besar, dan jika ponsel sudah terhubung sejak awal, lonjakan ini dapat memberikan tekanan elektrik berlebih pada sirkuit pengisian daya ponsel.

Tegangan yang tidak konstan ini memaksa komponen regulator di dalam ponsel bekerja ekstra keras untuk menstabilkan arus yang masuk. Jika kualitas adaptor pengisi daya yang digunakan rendah atau tidak memiliki fitur proteksi tegangan, maka fluktuasi ini dapat menembus lapisan pelindung dan merusak sel baterai secara perlahan. Inilah alasan mengapa pengisian daya di mobil sering kali terasa lebih lambat atau menyebabkan suhu ponsel meningkat drastis dibandingkan saat menggunakan pengisi daya dinding yang orisinal.

2. Bahaya penggunaan adaptor kualitas rendah dan kabel non-standar

Ilustrasi navigasi (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi navigasi (Pexels/Pixabay)

Kerusakan baterai ponsel di dalam mobil lebih sering dipicu oleh penggunaan aksesori pengisian daya pihak ketiga yang tidak memenuhi standar keamanan. Adaptor murah yang dipasang pada soket pemantik api sering kali tidak memiliki filter pemutus arus otomatis atau pengatur suhu yang memadai. Akibatnya, arus yang dialirkan ke ponsel bisa terlalu besar atau justru terlalu lemah, yang keduanya sama-sama merusak integritas kimiawi baterai litium jika dilakukan secara berulang.

Kabel yang tidak orisinal juga memperburuk kondisi ini dengan resistansi yang tidak sesuai, sehingga energi listrik banyak yang terbuang menjadi panas. Panas merupakan musuh utama baterai ponsel; paparan suhu tinggi dari lingkungan kabin yang panas ditambah panas dari proses pengisian daya yang tidak efisien akan mempercepat degradasi sel baterai. Hal ini menyebabkan kapasitas maksimal baterai menurun jauh lebih cepat dari estimasi masa pakai normalnya, sehingga ponsel menjadi lebih sering kehabisan daya.

3. Risiko pengisian daya saat mesin dalam posisi mati atau idle

ilustrasi seseorang mencari jalan alternatif menggunakan aplikasi navigasi (freepik.com/freepik)
ilustrasi seseorang mencari jalan alternatif menggunakan aplikasi navigasi (freepik.com/freepik)

Melakukan pengisian daya ponsel saat mesin mobil dalam kondisi mati tetapi kunci kontak pada posisi "On" juga membawa dampak negatif, baik bagi ponsel maupun bagi aki mobil itu sendiri. Pada kondisi ini, ponsel menarik daya langsung dari aki tanpa adanya pengisian kembali dari alternator, yang sering kali menghasilkan arus yang kurang optimal. Voltase yang rendah dari aki yang mulai melemah dapat memicu malfungsi pada sistem manajemen daya ponsel, menyebabkan indikator baterai menjadi tidak akurat.

Selain itu, kebiasaan membiarkan ponsel terisi daya saat mobil sedang terjebak macet parah atau dalam kondisi mesin idle juga meningkatkan risiko panas berlebih. Tanpa aliran udara dari pergerakan mobil, suhu mesin dan kabin cenderung meningkat, yang secara langsung berdampak pada suhu operasional ponsel. Oleh karena itu, pengisian daya di mobil sebaiknya hanya dilakukan saat mesin sudah stabil dan menggunakan perangkat pengisi daya yang telah tersertifikasi oleh produsen ponsel guna memastikan keamanan sirkuit elektronik di dalamnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More