Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jangan Lakukan Hal Ini Saat Tidur di Mobil

Jangan Lakukan Hal Ini Saat Tidur di Mobil
Ilustrasi sopir sedang istirahat (Pexels/Sergi Montaner)
Intinya Sih
  • Menyalakan mesin dan AC saat tidur di mobil bisa memicu keracunan karbon monoksida yang mematikan, terutama jika kendaraan diparkir di ruang tertutup tanpa sirkulasi udara.
  • Menutup rapat semua jendela membuat oksigen cepat habis dan kadar karbon dioksida meningkat, sehingga berisiko menyebabkan sesak napas atau hipoksia saat tidur.
  • Lokasi parkir harus aman dan teduh; hindari tempat sepi yang rawan kejahatan atau area panas yang dapat menyebabkan dehidrasi serta heatstroke.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tidur di dalam mobil sering kali menjadi pilihan darurat bagi pengemudi yang merasa lelah di tengah perjalanan jauh atau saat terjebak dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk mencari penginapan. Meskipun terlihat praktis sebagai sarana istirahat sejenak, aktivitas ini menyimpan risiko keselamatan yang sangat tinggi jika tidak dilakukan dengan prosedur yang benar.

Banyak kejadian fatal yang berawal dari kurangnya pemahaman mengenai sirkulasi udara dan bahaya gas beracun yang dapat masuk ke dalam kabin tanpa disadari. Kelelahan yang ekstrem terkadang membuat kewaspadaan menurun, sehingga pengemudi abai terhadap kondisi teknis kendaraan yang dapat mengancam nyawa saat sistem pernapasan bekerja dalam ruang tertutup.

1. Menyalakan mesin dan sistem pendingin udara secara terus-menerus

ilustrasi ac mobil (pexels.com/UMA media)
ilustrasi ac mobil (pexels.com/UMA media)

Kesalahan paling fatal dan sering menjadi penyebab kematian saat tidur di mobil adalah membiarkan mesin tetap menyala dalam kondisi parkir, terutama dengan jendela tertutup rapat. Ketika mesin hidup, sistem pembuangan menghasilkan gas karbon monoksida (CO) yang tidak berwarna dan tidak berbau. Jika terjadi kebocoran halus pada sistem knalpot atau saluran udara, gas beracun ini dapat tersedot masuk ke dalam kabin melalui celah-celah kecil atau sistem air conditioner (AC).

Karbon monoksida yang terhirup akan mengikat hemoglobin dalam darah jauh lebih cepat daripada oksigen, yang mengakibatkan seseorang kehilangan kesadaran secara perlahan hingga akhirnya meninggal dunia akibat asfiksia. Risiko ini meningkat berkali-kali lipat jika mobil diparkir di ruang tertutup seperti garasi atau basement dengan sirkulasi udara yang buruk. Oleh karena itu, sangat dilarang untuk tidur dengan mesin menyala dalam durasi lama demi kenyamanan suhu kabin semata.

2. Menutup seluruh jendela tanpa celah udara yang cukup

ilustrasi mual saat terkena ac mobil (freepik.com/freepik)
ilustrasi mual saat terkena ac mobil (freepik.com/freepik)

Sering kali, faktor privasi atau ketakutan akan gangguan serangga membuat seseorang memilih untuk menutup seluruh jendela mobil hingga rapat sempurna saat beristirahat. Tindakan ini sangat berbahaya karena oksigen di dalam kabin mobil yang terbatas akan terus berkurang seiring dengan aktivitas pernapasan selama tidur. Tanpa adanya pasokan udara segar dari luar, kadar karbon dioksida (CO2) di dalam ruangan sempit tersebut akan meningkat secara drastis.

Kondisi kabin yang kedap udara dapat memicu sesak napas dan pusing saat terbangun, atau dalam skenario terburuk, menyebabkan hipoksia. Cara yang lebih aman adalah dengan membuka jendela sedikit, sekitar satu hingga dua sentimeter pada dua sisi yang berbeda (depan dan belakang), untuk menciptakan sirkulasi udara silang. Namun, langkah ini pun hanya disarankan jika mesin dalam kondisi mati total dan mobil diparkir di area terbuka yang memiliki aliran angin alami yang baik.

3. Memilih lokasi parkir yang terisolasi atau di bawah terik matahari

ilustrasi parkir mobil (pexels.com/Jens Mahnke)
ilustrasi parkir mobil (pexels.com/Jens Mahnke)

Pemilihan lokasi parkir memegang peranan penting baik dari sisi keamanan kriminalitas maupun stabilitas suhu tubuh. Memilih tempat yang terlalu sepi dan tersembunyi dapat mengundang tindak kejahatan seperti pencurian atau kekerasan, karena posisi tidur membuat seseorang berada dalam kondisi paling rentan. Sebaliknya, memarkir kendaraan di bawah terik matahari langsung saat tidur dapat memicu heatstroke karena suhu di dalam kabin mobil dapat meningkat dua kali lipat lebih cepat dibandingkan suhu luar ruangan.

Suhu kabin yang panas akan menyebabkan dehidrasi berat dan kelelahan panas yang ekstrem bahkan sebelum seseorang menyadarinya. Tempat parkir yang ideal untuk beristirahat adalah area yang terpantau kamera pengawas atau petugas keamanan, seperti SPBU yang ramai atau tempat istirahat resmi (rest area). Pastikan juga posisi kendaraan tidak berada di jalur lalu lintas aktif untuk menghindari risiko tertabrak oleh kendaraan lain yang mungkin kehilangan kendali atau kurang waspada.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More