Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sering Terabaikan, Ini 5 Cara Merawat Radiator Mobil Agar Gak Overheat
ilustrasi radiator coolant (pexels.com/yangphoto)
  • Radiator berfungsi menjaga suhu mesin tetap stabil dengan membuang panas dari cairan pendingin, namun sering diabaikan hingga menyebabkan overheat.
  • Perawatan radiator meliputi pengecekan volume coolant, penggunaan cairan sesuai rekomendasi, pembersihan kisi-kisi, serta pemeriksaan selang dan tutup radiator secara rutin.
  • Penggantian coolant sesuai jadwal pabrikan penting untuk mencegah korosi dan endapan, menjaga performa sistem pendingin, serta memperpanjang umur radiator.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang-orang disuruh jaga radiator mobil supaya mesin tidak panas. Radiator itu yang bantu buang panas dari mesin. Kalau rusak, mobil bisa overheat dan mogok. Katanya harus sering cek air pendingin, pakai cairan khusus, bersihin radiator dari debu, lihat selang dan tutupnya, juga ganti cairannya kalau sudah lama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Radiator memiliki peran penting dalam menjaga suhu mesin tetap stabil selama kendaraan digunakan. Komponen ini bekerja dengan membuang panas dari cairan pendingin agar mesin tidak mengalami kenaikan suhu berlebihan. Sayangnya, banyak pemilik mobil baru memperhatikan radiator ketika masalah overheat sudah terjadi.

Padahal, merawat radiator sebenarnya tidak sulit dan bisa dilakukan secara rutin tanpa biaya besar. Perawatan sederhana dapat membantu memperpanjang usia komponen sekaligus menjaga performa mesin tetap optimal. Berikut lima cara merawat radiator mobil agar terhindar dari risiko overheat.

1. Rutin memeriksa volume cairan radiator

ilustrasi radiator coolant (pexels.com/Kampus Production)

Langkah paling dasar dalam merawat radiator adalah memastikan volume cairan pendingin selalu berada pada batas yang dianjurkan. Kekurangan coolant dapat mengurangi kemampuan sistem pendingin dalam menyerap dan membuang panas dari mesin. Akibatnya, suhu mesin lebih mudah naik terutama saat menghadapi kemacetan atau perjalanan jauh.

Pemeriksaan sebaiknya dilakukan saat mesin dalam kondisi dingin untuk menghindari risiko terkena cairan panas. Pastikan juga level coolant di tabung reservoir berada di antara tanda minimum dan maksimum. Jika cairan sering berkurang tanpa sebab yang jelas, ada kemungkinan terjadi kebocoran pada sistem pendingin.

2. Gunakan coolant yang sesuai rekomendasi

ilustrasi radiator coolant (pexels.com/Birdlkportfolio)

Masih banyak pemilik kendaraan yang mengisi radiator menggunakan air biasa karena dianggap lebih praktis dan murah. Padahal, coolant memiliki kandungan khusus yang membantu mencegah karat, kerak, dan korosi di dalam saluran pendingin. Penggunaan air biasa dalam jangka panjang justru dapat mempercepat kerusakan radiator.

Selain itu, coolant juga memiliki titik didih dan titik beku yang lebih baik dibandingkan air biasa. Hal ini membuat sistem pendingin bekerja lebih efektif dalam berbagai kondisi cuaca dan penggunaan. Menggunakan coolant sesuai rekomendasi pabrikan menjadi investasi kecil yang dapat mencegah biaya perbaikan besar di kemudian hari.

3. Bersihkan kisi-kisi radiator secara berkala

Ilustrasi radiator (pexels.com/pungky Ardi sasono)

Kisi-kisi radiator yang tertutup debu, lumpur, atau serangga dapat menghambat proses pelepasan panas. Udara yang seharusnya mengalir melewati radiator menjadi terhalang sehingga kemampuan pendinginan menurun. Kondisi ini sering terjadi pada mobil yang sering digunakan untuk perjalanan jauh atau melewati jalan berdebu.

Membersihkan bagian luar radiator dapat dilakukan menggunakan air bertekanan rendah atau kuas lembut. Hindari penggunaan tekanan air yang terlalu kuat karena dapat merusak sirip-sirip radiator yang tipis. Dengan aliran udara yang lancar, radiator dapat bekerja lebih maksimal dalam menjaga suhu mesin.

4. Periksa kondisi selang dan tutup radiator

ilustrasi mesin mobil (pexels.com/bhakpong)

Selang radiator memiliki tugas menyalurkan cairan pendingin ke seluruh sistem pendingin mesin. Jika selang mulai retak, mengeras, atau bocor, sirkulasi coolant bisa terganggu dan memicu kenaikan suhu mesin. Karena itu, pemeriksaan kondisi selang sebaiknya dilakukan secara berkala.

Selain selang, tutup radiator juga memiliki fungsi penting dalam menjaga tekanan sistem pendingin. Tutup radiator yang rusak dapat menyebabkan coolant lebih cepat menguap atau keluar dari sistem. Meski ukurannya kecil, komponen ini memiliki pengaruh besar terhadap kinerja radiator secara keseluruhan.

5. Lakukan penggantian coolant sesuai jadwal

ilustrasi isi radiator coolant (pexels.com/Pav_1007)

Coolant tidak dirancang untuk digunakan selamanya tanpa penggantian. Seiring waktu, kemampuan cairan pendingin dalam melindungi sistem dari korosi dan panas akan menurun. Jika dibiarkan terlalu lama, endapan dan kotoran dapat terbentuk di dalam saluran radiator.

Setiap pabrikan biasanya memiliki rekomendasi interval penggantian coolant yang berbeda-beda. Mengikuti jadwal tersebut membantu menjaga kebersihan sistem pendingin sekaligus mempertahankan performanya. Langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko overheat dan memperpanjang umur radiator.

Radiator yang sehat menjadi salah satu kunci utama agar mesin mobil dapat bekerja pada suhu ideal. Mengabaikan perawatan komponen ini bisa berujung pada masalah overheat yang tidak hanya mengganggu perjalanan, tetapi juga berpotensi merusak mesin. Karena itu, pemeriksaan rutin sebaiknya menjadi bagian dari perawatan kendaraan sehari-hari.

Pada akhirnya, merawat radiator tidak membutuhkan biaya besar maupun proses yang rumit. Kebiasaan sederhana seperti memeriksa coolant, membersihkan radiator, dan mengganti cairan pendingin tepat waktu sudah cukup untuk menjaga sistem pendingin tetap optimal. Dengan begitu, mobil dapat digunakan dengan lebih nyaman dan risiko overheat pun bisa diminimalkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article