Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Terobosan Baterai Natrium China: Lolos Uji Bakar 300 Derajat Celcius

Terobosan Baterai Natrium China: Lolos Uji Bakar 300 Derajat Celcius
Ilustrasi baterai mobil listrik (byd.com)
Intinya Sih
  • Tim Chinese Academy of Sciences mengembangkan baterai natrium-ion dengan elektrolit khusus yang mencegah ledakan akibat panas berlebih, menjadikannya lebih aman untuk kendaraan listrik.
  • Uji ekstrem menunjukkan baterai tetap stabil tanpa asap atau ledakan hingga suhu 300°C, dengan performa tinggi dan kepadatan energi mencapai 211 Wh/kg pada rentang suhu luas.
  • HiNa menargetkan komersialisasi massal baterai ini sebelum 2028, dengan efisiensi energi lebih baik dan biaya produksi yang diprediksi setara dengan litium-ion pada tahun 2027.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Dunia teknologi kendaraan listrik baru saja dikejutkan oleh penemuan revolusioner dari tim peneliti Chinese Academy of Sciences. Mereka berhasil mengembangkan baterai natrium-ion yang diklaim sepenuhnya bebas dari risiko thermal runaway atau ledakan akibat panas berlebih.

Inovasi ini menjadi jawaban atas kekhawatiran terbesar pengguna mobil listrik mengenai aspek keselamatan baterai saat terjadi benturan atau korsleting. Melalui penggunaan elektrolit khusus, baterai ini mampu menciptakan perlindungan internal yang sangat kokoh meski terpapar suhu ekstrem dalam pengujian laboratorium.

1. Mekanisme perlindungan otomatis melalui elektrolit polimer

ilustrasi kualitas baterai mobil listrik (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)
ilustrasi kualitas baterai mobil listrik (unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦)

Berdasarkan laporan yang dilansir dari carnewschina.com, tim peneliti yang dipimpin oleh Hu Yongsheng memperkenalkan teknologi bernama Polymerisable Non-flammable Electrolyte (PNE). Teknologi ini bekerja dengan cara yang sangat unik dibandingkan dengan baterai konvensional. Alih-alih hanya menggunakan bahan tambahan penghambat api, sistem ini mengintegrasikan stabilitas termal dan isolasi fisik langsung ke dalam struktur baterai.

Cara kerjanya cukup mengagumkan; ketika suhu internal baterai melewati ambang batas 150 derajat Celcius, elektrolit yang tadinya berbentuk cair akan berubah fase menjadi penghalang padat. Proses ini membentuk lapisan pemisah internal yang secara efektif memblokir penyebaran panas dan mencegah terjadinya reaksi berantai di dalam sel baterai. Mekanisme ini dirancang untuk menghentikan kegagalan sistem secara total, bukan sekadar menunda munculnya api.

2. Hasil uji ekstrem tanpa asap dan ledakan

ilustrasi pengisian baterai mobil listrik (pexels.com/Mike Bird)
ilustrasi pengisian baterai mobil listrik (pexels.com/Mike Bird)

Validasi teknologi ini dilakukan pada sel natrium-ion silinder berkapasitas 3,5 Ah dengan hasil yang sangat memuaskan. Dalam pengujian tusukan paku yang sangat ekstrem, baterai tersebut sama sekali tidak mengeluarkan asap, tidak terbakar, apalagi meledak. Bahkan, saat dipanaskan hingga suhu mencapai 300 derajat Celcius, jalur pemicu ledakan panas atau thermal runaway berhasil diputus sepenuhnya oleh sistem perlindungan internal tersebut.

Meskipun memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi, performa baterai ini tidak mengalami penurunan. Sel baterai tetap dapat beroperasi secara stabil pada rentang suhu yang sangat luas, mulai dari -40°C hingga 60°C. Data laporan menunjukkan bahwa kepadatan energi baterai ini mampu mencapai angka 211 Wh/kg, sebuah pencapaian yang kompetitif untuk teknologi baterai masa depan tanpa mengorbankan sisi fungsionalitas kendaraan.

3. Proyeksi komersialisasi dan efisiensi di masa depan

ilustrasi mengisi daya baterai mobil listrik (unsplash.com/Michael Fousert)
ilustrasi mengisi daya baterai mobil listrik (unsplash.com/Michael Fousert)

Riset canggih ini memiliki keterkaitan erat dengan Zhongke Haina (HiNa), pengembang baterai natrium-ion yang kini tengah bergerak menuju penyebaran komersial secara masal. Pengujian pada kendaraan berat seperti truk menunjukkan bahwa penggunaan baterai ini mampu menurunkan konsumsi energi sekitar 15 persen per kilometer dan memberikan jangkauan jarak tempuh sekitar 20 persen lebih jauh dalam kondisi operasional harian yang tipikal.

Mengenai aspek ekonomi, pihak HiNa memprediksi bahwa baterai natrium-ion akan mencapai titik kesetaraan biaya dengan sistem litium-ion pada tahun 2027. Skala produksi yang lebih besar di tahun 2028 diperkirakan akan membuat harga kedua jenis baterai ini saling bersaing ketat. Perkembangan ini sejalan dengan ambisi produsen mobil seperti BAIC yang juga mengembangkan baterai serupa dengan kemampuan pengisian daya penuh hanya dalam waktu 11 menit, sekaligus memiliki ketahanan tinggi terhadap penggunaan ekstrem di suhu tinggi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Agustiar
EditorDwi Agustiar
Follow Us

Latest in Automotive

See More