Ketika suhu udara turun drastis, pemilik mobil matik sering kali merasakan perubahan pada performa kendaraan mereka saat pertama kali dinyalakan. Oli transmisi yang mengental akibat suhu dingin menjadi faktor utama yang memengaruhi respons perpindahan gigi. Perubahan viskositas atau kekentalan pelumas ini ternyata memberikan dampak yang berbeda pada dua jenis transmisi otomatis yang paling populer saat ini.
Dua teknologi yang sering dibandingkan dalam kondisi ini adalah continuously variable transmission (CVT) dan matik konvensional berbasis torque converter. Keduanya memiliki mekanisme internal yang sangat berbeda dalam menyalurkan tenaga. Perbedaan komponen inilah yang menentukan seberapa sensitif masing-masing sistem terhadap perubahan suhu lingkungan.
