Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
VinFast Perkuat Pabrik Subang, Bidik TKDN 80 Persen
Pabrik VinFast baru diresmikan (IDN Times/Fadhliansyah)
  • VinFast menargetkan TKDN melampaui 40 persen pada 2026, 60 persen pada 2029, dan 80 persen mulai 2030 untuk memperkuat lokalisasi serta rantai pasok EV Indonesia.
  • Perusahaan merealisasikan investasi bertahap lebih dari 1 miliar dolar AS untuk pabrik Subang seluas 171 hektare, berkapasitas awal 50.000 unit per tahun dengan lini produksi terintegrasi.
  • Fasilitas Subang disiapkan merakit seluruh lini VinFast, dari VF 3 hingga VF MPV 7, sambil melibatkan pemasok lokal guna mendukung biaya, suku cadang, dan layanan purnajual.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
VinFast dari Vietnam sedang membuat pabrik mobil listrik di Subang, Jawa Barat. Mereka memberi uang lebih dari 1 miliar dolar untuk pabrik itu. Pabriknya bisa membuat sampai 50.000 mobil setahun. VinFast mau memakai lebih banyak bagian dari Indonesia, sampai 80 persen pada 2030. Mereka juga mau membuat banyak jenis mobil listrik di sana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Investasi VinFast di Subang menunjukkan arah penguatan ekosistem kendaraan listrik yang lebih terintegrasi di Indonesia. Target kandungan lokal hingga 80 persen, fasilitas produksi lengkap, dan ruang bagi pemasok serta kontraktor domestik membuka peluang nilai tambah di dalam negeri, sembari berpotensi mendukung layanan purnajual dan harga yang lebih kompetitif bagi konsumen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Industri kendaraan listrik (EV) di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan, seiring meningkatnya penjualan mobil listrik dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi tersebut turut mendorong produsen otomotif global memperkuat kehadirannya di Tanah Air, termasuk melalui investasi dan pembangunan fasilitas manufaktur lokal.

VinFast menjadi salah satu produsen yang mengambil langkah tersebut. Merek kendaraan listrik asal Vietnam itu menempatkan Indonesia sebagai salah satu pilar manufakturnya dengan membangun fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat.

1. VinFast targetkan TKDN 80 persen pada 2030

Pabrik VinFast di Subang punya luas 171 hektare (VinFast)

VinFast menargetkan peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) secara bertahap. Berdasarkan siaran pers perusahaan, kandungan lokal ditargetkan melampaui 40 persen pada 2026, kemudian meningkat menjadi 60 persen pada 2029 dan mencapai 80 persen mulai 2030.

Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya VinFast untuk memperkuat lokalisasi produksi dan tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar penjualan kendaraan listrik.

Perusahaan menilai pembangunan fasilitas produksi fisik di Indonesia dapat membantu memperkuat rantai pasok otomotif nasional sekaligus membuka peluang bagi industri dalam negeri untuk terlibat lebih jauh dalam ekosistem kendaraan listrik.

Langkah ini juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong penguatan industri komponen dalam negeri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya menekankan pentingnya integrasi antara pertumbuhan industri kendaraan listrik dan rantai pasok lokal.

“Pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia harus diikuti dengan penguatan rantai pasok dalam negeri untuk mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih, sekaligus meningkatkan nilai tambah produksi nasional melalui kemitraan dengan IKM komponen lokal,” ujar Agus belum lama ini.

2. Gelontorkan investasi lebih dari 1 miliar dolar AS di Subang

Melihat proses produksi mobil VinFast (IDN Times/Fadhliansyah)

Komitmen lokalisasi VinFast didukung investasi lebih dari 1 miliar dolar AS yang direalisasikan secara bertahap. Investasi tersebut mencakup pembangunan fasilitas pabrik perakitan di Subang, Jawa Barat.

Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 171 hektare itu memiliki kapasitas produksi awal hingga 50.000 unit per tahun.

Fasilitas tersebut dilengkapi lini produksi terintegrasi yang mencakup pengelasan bodi, pengecatan, perakitan, hingga pengujian kualitas berstandar global.

VinFast juga menyiapkan kawasan pendukung di sekitar fasilitas produksi untuk merangkul pemasok dan kontraktor lokal. Langkah tersebut diharapkan menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional melalui keterlibatan pelaku industri dalam negeri.

Dengan pendekatan tersebut, investasi VinFast tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan produksi kendaraan listrik, tetapi juga membangun ekosistem pemasok lokal yang mendukung keberlanjutan rantai pasok.

3. Seluruh lini produk disiapkan untuk produksi lokal

Produksi VinFast VF3 (IDN Times/Fadhliansyah)

Lokalisasi produksi VinFast di Indonesia juga mencakup berbagai model kendaraan. Perusahaan menyatakan fasilitas tersebut disiapkan untuk merakit seluruh lini produknya di Tanah Air.

Model yang disebut mencakup city car VF 3 dan VF 5, SUV VF 6 dan VF 7, hingga MPV listrik terbaru VF MPV 7.

Bagi konsumen, peningkatan kandungan lokal diklaim berpotensi memberikan manfaat dari sisi biaya produksi dan distribusi. Penguatan rantai pasok dalam negeri dinilai dapat membantu menekan biaya sekaligus membuka peluang harga kendaraan dan suku cadang yang lebih kompetitif.

Ketersediaan komponen lokal juga disebut dapat mendukung layanan purnajual, terutama dalam mempercepat proses servis dan perbaikan karena ketergantungan terhadap pengadaan suku cadang impor dapat berkurang.

VinFast menegaskan bahwa lokalisasi bukan hanya ditujukan untuk memenuhi regulasi.

Perusahaan memandang peningkatan kandungan lokal sebagai bagian dari komitmen jangka panjang untuk tumbuh bersama industri otomotif Indonesia, sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi konsumen, pemasok lokal, dan perekonomian nasional.

Curated For You

Editorial Team

Related Article