VinFast Siapkan Talenta untuk Hadapi Perkembangan Industri EV

Jakarta, IDN Times - Perkembangan kendaraan listrik (EV) membuat kebutuhan industri otomotif terhadap sumber daya manusia ikut berubah.
Teknologi kendaraan kini semakin mengandalkan perangkat lunak, baterai, kecerdasan buatan, otomasi, hingga konektivitas, sehingga produsen tidak cukup hanya mengembangkan produk, tetapi juga perlu menyiapkan talenta dengan kompetensi yang sesuai.
VinFast menilai pengembangan sumber daya manusia perlu dilakukan sejak sebelum proses perekrutan.
Strategi tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan institusi pendidikan hingga program pelatihan di sejumlah negara tempat perusahaan mengembangkan fasilitas manufaktur.
1. Menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan industri EV

VinFast VF MPV 7 punya TCO yang terbaik di kelasnya (IDN Times/Fadhliansyah) VinFast membangun jalur pengembangan talenta melalui ekosistem pendidikan yang dimilikinya sebagai bagian dari Vingroup.
Pada 2025, VinFast bersama VinUniversity menjalin kemitraan strategis yang berfokus pada teknologi baterai dan material canggih.
Kerja sama tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa dan peneliti untuk terlibat dalam proyek penelitian bersama, pelatihan teknis, serta program magang bersama para ahli VinFast.
Di luar ekosistem Vingroup, VinFast juga menggandeng 19 universitas dan institusi pendidikan tinggi di Vietnam. Program tersebut mencakup bidang teknik otomotif, mekatronika, teknik elektro dan elektronika, otomasi, serta teknologi informasi.
Perusahaan turut menyediakan peralatan praktik dan material perbaikan teknis asli. Kurikulum juga diperkuat dengan materi mengenai kendaraan listrik, termasuk sistem baterai, powertrain, dan perangkat lunak diagnostik.
Mahasiswa kemudian mendapat kesempatan magang di kompleks manufaktur dan bengkel layanan purnajual VinFast, dengan kandidat berprestasi diprioritaskan untuk direkrut setelah lulus.
2. Menyiapkan tenaga kerja lokal di pasar manufaktur

Proses produksi motor listrik VinFast (Dok. VinFast) Strategi pengembangan talenta juga diterapkan ketika VinFast memperluas fasilitas manufakturnya ke luar Vietnam. Perusahaan menjadikan pengembangan tenaga kerja lokal sebagai bagian dari ekspansi pabrik.
Di India, misalnya, VinFast menargetkan penciptaan 3.000 hingga 3.500 lapangan kerja langsung di pabrik Tamil Nadu. Sekitar 80 persen tenaga kerja ditargetkan berasal dari lulusan baru dan peserta pelatihan lokal.
Dalam proses rekrutmen awal, VinFast telah merekrut 200 tenaga profesional lokal. Selain itu, sebanyak 344 mahasiswa diploma mengikuti proses seleksi melalui program peningkatan keterampilan Naan Mudhalvan di Tamil Nadu.
Sementara di Indonesia, pabrik VinFast di Subang pada tahap awal menyerap sekitar 1.700 tenaga kerja. Perusahaan juga memberikan pelatihan bagi staf manajerial di Vietnam selama tiga hingga empat bulan dan mendatangkan ahli dari Vietnam ke Indonesia untuk melatih teknisi lokal.
Jumlah tenaga kerja serta program pelatihan disebut akan berkembang seiring dengan peningkatan kapasitas produksi.
3. Menutup kesenjangan antara kampus dan industri

Interior VinFast VF MPV 7 (IDN Times/Fadhliansyah) Pengembangan talenta dinilai tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan, tetapi juga dapat membantu memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan pendidikan dan kebutuhan industri kendaraan listrik.
Pengamat industri Phạm Minh menilai sumber daya manusia perlu menjadi bagian penting di seluruh rantai nilai kendaraan listrik, mulai dari penelitian dan pengembangan, manufaktur, pengendalian kualitas, hingga layanan purnajual.
Standardisasi pendidikan kendaraan listrik, menurutnya, juga dapat membentuk generasi insinyur dengan “DNA teknis” yang sama dan lebih siap menghadapi perkembangan teknologi.
“Model ini menciptakan nilai bagi ketiga pemangku kepentingan, perusahaan mendapatkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri, institusi pendidikan dapat memperbarui kurikulum berdasarkan kebutuhan di lapangan, dan mahasiswa mendapatkan akses ke lebih banyak peluang karier berkualitas,” ujar peneliti bidang transportasi Nguyễn Văn Việt, belum lama ini.
Ia menambahkan, pendekatan tersebut dalam jangka panjang dapat membantu membangun fondasi sumber daya manusia bagi perkembangan industri kendaraan listrik Vietnam secara berkelanjutan.



















