Volkswagen ID.Buzz Ternyata Sepi Peminat di Amerika Serikat

- Pertumbuhan global yang kontras dengan respon pasar Amerika
- Volkswagen ID.Buzz mengalami pertumbuhan global yang signifikan, tetapi di Amerika Utara, minat konsumen menurun.
- Penjualan di Amerika meningkat namun tidak mencerminkan antusiasme riil karena waktu tunggu yang lama dan persaingan kompetitor.
- Kendala spesifikasi tunggal dan harga yang terlalu tinggi
- Volkswagen hanya memasarkan satu versi ID.Buzz di Amerika Serikat, dengan jarak tempuh dinilai kurang untuk standar perjalanan di Amerika.
- Harga tinggi dan pilihan varian yang terbatas menjadi alasan utama kur
Volkswagen mencatatkan pertumbuhan global yang fenomenal untuk lini kendaraan ikonik mereka, ID.Buzz, sepanjang tahun 2025. Meski pengiriman di seluruh dunia meningkat hingga 102 persen dibandingkan tahun sebelumnya, kesuksesan besar ini justru menemui jalan terjal saat mencoba menaklukkan pasar Amerika Serikat.
Minat konsumen di Amerika Utara dilaporkan lesu akibat kombinasi waktu kedatangan yang terlalu lama serta ekspektasi konsumen yang tidak terpenuhi. Walaupun secara teoritis angka penjualan di wilayah tersebut menunjukkan peningkatan, para analis otomotif melihat adanya tantangan serius terkait harga dan spesifikasi yang ditawarkan kepada publik Amerika.
1. Pertumbuhan global yang kontras dengan respon pasar Amerika

Secara global, Volkswagen Commercial Vehicles berhasil mengirimkan 60.700 unit ID.Buzz pada tahun 2025, melonjak drastis dari angka 29.900 unit pada tahun 2024. Di Amerika Utara sendiri, terdapat pengiriman sebanyak 7.300 unit. Namun, tingginya persentase kenaikan di wilayah tersebut dianggap tidak mencerminkan antusiasme riil, mengingat penjualan baru dimulai secara efektif pada penghujung tahun 2024.
Para calon pembeli di Amerika Serikat dikabarkan merasa kecewa dengan jeda waktu yang sangat lama antara perkenalan produk hingga unit tersedia di diler. Ketika akhirnya mobil listrik bergaya retro ini mendarat di pasar, momentum antusiasme telah menurun, sementara kompetitor di segmen kendaraan listrik lainnya telah menawarkan teknologi yang lebih kompetitif dalam masa penantian tersebut.
2. Kendala spesifikasi tunggal dan harga yang terlalu tinggi

Salah satu pemicu kurangnya minat konsumen Amerika adalah terbatasnya pilihan varian yang tersedia. Volkswagen hanya memasarkan satu versi ID.Buzz di Amerika Serikat, yaitu model jarak sumbu roda panjang (long wheelbase) dengan paket baterai 91 kWh. Hal ini berbeda jauh dengan pasar Eropa dan bagian dunia lainnya yang memiliki pilihan baterai beragam, serta ketersediaan model van kargo dan jarak sumbu roda pendek.
Selain pilihan yang terbatas, jarak tempuh kendaraan ini dinilai mengecewakan bagi standar perjalanan di Amerika yang cenderung menempuh jarak jauh. Ditambah dengan label harga yang tinggi, banyak konsumen yang akhirnya mengurungkan niat untuk meminang minivan listrik ini. Volkswagen kini menyadari bahwa pesona visual saja tidak cukup untuk memenangkan pasar jika tidak dibarengi dengan nilai ekonomis dan efisiensi baterai yang mumpuni.
3. Strategi penyegaran dan upaya menekan biaya produksi

Menghadapi situasi ini, Volkswagen Group of America mengambil langkah strategis dengan melewatkan model tahun 2026. Sebagai gantinya, mereka menjadwalkan kembalinya ID.Buzz pada akhir tahun 2026 sebagai model tahun 2027. Presiden dan CEO Volkswagen Group of America, Kjell Gruner, menyatakan optimisme untuk menyambut pembaruan ini demi mengembalikan gairah pasar di masa mendatang.
Fokus utama pabrikan asal Jerman ini ke depannya adalah mencari cara agar ID.Buzz bisa dijual dengan harga yang lebih terjangkau. Mengingat statusnya sebagai salah satu mobil listrik dengan desain paling unik dan keren saat ini, VW yakin bahwa penyesuaian harga dan spesifikasi akan menjadi kunci untuk mengubah skeptisisme pasar Amerika menjadi kesuksesan komersial yang berkelanjutan.


















