Waspada! Ini 3 Kesalahan Umum Saat Menggadaikan Kendaraan

- Hindari mengambil pinjaman terlalu besar; hitung pemasukan dan pengeluaran agar cicilan tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari.
- Jangan terpaku pada pencairan dana tertinggi; periksa bunga, administrasi, provisi, asuransi, denda, dan total pengembalian hingga lunas.
- Baca seluruh perjanjian sebelum menandatangani, pahami jatuh tempo serta konsekuensi keterlambatan, pilih lembaga legal, dan simpan kontrak maupun bukti pembayaran.
Menggadaikan kendaraan bisa menjadi pilihan ketika membutuhkan dana dalam waktu relatif cepat. Prosesnya pun kini semakin mudah karena banyak lembaga pembiayaan yang menawarkan pinjaman dengan jaminan BPKB kendaraan.
Meski terlihat sederhana, ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat menggadaikan kendaraan. Jika tidak diperhatikan sejak awal, kesalahan tersebut bisa membuat biaya pinjaman membengkak atau bahkan menimbulkan masalah di kemudian hari.
1. Tidak menghitung kemampuan membayar

ilustrasi pembelian mobil bekas (pexels.com/Esmihel Muhammad) Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah mengambil pinjaman terlalu besar hanya karena nilai kendaraan memungkinkan mendapatkan pencairan dana yang tinggi. Padahal, semakin besar pinjaman, semakin besar pula cicilan yang harus dibayar setiap bulan.
Sebelum mengajukan pinjaman, sebaiknya hitung terlebih dahulu pemasukan dan pengeluaran rutin. Pastikan cicilan masih berada dalam batas kemampuan finansial. Jangan sampai kebutuhan sehari-hari justru terganggu karena sebagian besar penghasilan habis untuk membayar angsuran.
2. Hanya melihat jumlah pencairan

ilustrasi pembelian mobil bekas (pexels.com/Negative Space) Banyak orang tergoda memilih lembaga pembiayaan yang menawarkan pencairan dana paling besar. Padahal, jumlah uang yang diterima bukan satu-satunya hal yang perlu diperhatikan ketika menggadaikan kendaraan.
Perhatikan juga bunga, biaya administrasi, provisi, asuransi, denda keterlambatan, hingga biaya lain yang tercantum dalam perjanjian. Hitung berapa total uang yang harus dikembalikan sampai pinjaman lunas. Pinjaman dengan pencairan besar belum tentu menjadi pilihan paling menguntungkan.
3. Tidak membaca perjanjian

ilustrasi jual beli mobil bekas (pexels.com/Antoni Shkraba) Kesalahan lainnya adalah terburu-buru menandatangani kontrak tanpa membaca seluruh ketentuannya. Padahal, perjanjian pinjaman memuat berbagai informasi penting, mulai dari jumlah cicilan, tanggal jatuh tempo, bunga, denda, hingga konsekuensi jika pembayaran mengalami keterlambatan.
Sebelum menandatangani perjanjian, pastikan semua ketentuan sudah dipahami. Pilih lembaga pembiayaan yang legal dan memiliki informasi biaya serta persyaratan yang jelas. Simpan salinan kontrak dan bukti pembayaran selama masa pinjaman. Dengan begitu, proses menggadaikan kendaraan bisa dilakukan dengan lebih aman dan risiko kerugian dapat ditekan.

















