Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Yuk! Baca Kepribadianmu Lewat Cara Memegang Setir
ilustrasi setir mobil (pexels.com/Erik Mclean)
  • Posisi tangan di setir mencerminkan kondisi psikologis dan karakter seseorang, mulai dari tingkat stres hingga kepercayaan diri saat berkendara.
  • Gaya jam sepuluh-dua menunjukkan pribadi perfeksionis dan patuh aturan, sedangkan jam sembilan-tiga menandakan pengemudi tenang serta percaya diri.
  • Memegang setir dengan satu tangan di bawah menggambarkan kepribadian santai dan minimalis, namun berpotensi menurunkan kewaspadaan di jalan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Orang yang nyetir mobil pegang setirnya beda-beda. Ada yang dua tangan di atas, itu orangnya rapi dan suka aturan. Ada yang tangan di tengah, itu orangnya tenang dan percaya diri. Ada juga yang cuma satu tangan di bawah, itu orangnya santai tapi bisa kurang hati-hati kalau ada bahaya di jalan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Duduk di balik kemudi mobil bukan sekadar rutinitas mobilitas harian, melainkan sebuah ruang privat di mana bahasa tubuh seseorang terekam secara tidak sadar. Di antara berbagai gestur tubuh saat berkendara, posisi tangan pada roda kemudi menjadi indikator paling spontan yang mencerminkan kondisi psikologis seseorang. Banyak pengemudi yang tidak menyadari bahwa cara jari-jari mereka mencengkeram setir merupakan cerminan dari emosi yang sedang bergejolak di dalam dada.

Para ahli psikologi perilaku sering kali mengaitkan kebiasaan motorik ini dengan karakter dasar, tingkat stres, hingga tingkat kepercayaan diri seseorang. Mulai dari mereka yang memegang setir dengan sangat kaku hingga yang meletakkan tangan dengan sangat santai, setiap posisi memiliki arti tersendiri. Mengamati gaya mengemudi ini dapat menjadi cara yang menarik untuk membaca kepribadian asli di balik karakter seseorang saat menghadapi situasi di jalan raya.

1. Posisi jam sepuluh dan jam dua bagi si perfeksionis yang taat aturan

ilustrasi setir mobil yang bergetar (pexels.com/Lisa Fotios)

Posisi tangan yang diletakkan secara simetris di area atas setir, mirip jarum jam yang menunjukkan pukul 10.00 dan 02.00, merupakan metode klasik yang selalu diajarkan di sekolah mengemudi resmi. Pengemudi yang secara konsisten mempertahankan posisi ini dalam jangka panjang biasanya memiliki kepribadian yang perfeksionis dan sangat menghargai struktur. Mereka cenderung patuh pada regulasi lalu lintas, fokus pada keselamatan, dan menyukai segala sesuatu yang berjalan sesuai rencana.

Dalam aspek gaya hidup, tipe ini adalah orang-orang yang teliti dan terorganisir dengan baik, di mana ketidakpastian sering kali membuat mereka merasa tidak nyaman. Namun, jika cengkeraman tangan pada posisi ini terlihat sangat erat hingga biku-biku jari memutih, hal tersebut merupakan indikator kuat bahwa pengemudi sedang mengalami kecemasan tinggi atau stres berat. Mereka merasa harus mengendalikan situasi secara penuh karena takut kehilangan kontrol terhadap kendaraan di tengah kemacetan.

2. Posisi jam sembilan dan jam tiga sebagai lambang kepercayaan diri yang matang

Ilustrasi setir mobil Chery Tiggo 8 (IDN Times/Fauzan)

Bergeser sedikit ke bagian tengah roda kemudi, posisi tangan di arah jam 9.00 dan jam 3.00 merupakan gaya yang paling direkomendasikan oleh pembalap profesional dan pakar keselamatan modern. Pengemudi yang memilih gaya memegang setir seperti ini umumnya mencerminkan kepribadian yang tenang, rasional, dan memiliki kepercayaan diri yang matang. Mereka tidak merasa perlu pamer di jalan raya, namun selalu siap dan responsif jika mendadak menghadapi bahaya laten di depan.

Gaya ini menunjukkan bahwa orang tersebut memiliki keseimbangan emosi yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mampu menganalisis situasi dengan kepala dingin dan tidak mudah tersulut emosi oleh perilaku pengemudi lain yang agresif. Posisi ini memberikan efisiensi gerak maksimal dalam bermanuver, yang secara psikologis menandakan bahwa pengemudi adalah sosok yang praktis, efektif dalam bekerja, dan sangat menghargai kesiapan diri.

3. Satu tangan di bagian bawah setir yang mencerminkan gaya santai dan minimalis

ilustrasi setir mobil (pexels.com/Ritam Das)

Fenomena pengemudi yang hanya meletakkan satu tangan secara lemas di bagian bawah roda kemudi, baik di posisi jam 6.00 atau membiarkan satu tangan bersandar di jendela, sangat sering dijumpai pada jalur perkotaan. Gaya berkendara seperti ini mencerminkan kepribadian yang sangat santai, kasual, dan cenderung minimalis dalam memandang kehidupan. Mereka biasanya tipe orang yang enggan ambil pusing dengan hal-hal kecil dan menjalani hidup dengan mengalir begitu saja.

Secara psikologis, posisi ini menunjukkan tingkat stres yang sangat rendah dan rasa percaya diri yang tinggi terhadap kemampuan mengemudi yang dimiliki. Sayangnya, kenyamanan yang berlebihan ini sering kali membuat tingkat kewaspadaan mereka menurun drastis di jalan raya. Meskipun mencerminkan pribadi yang ramah dan mudah bergaul dalam kehidupan sosial, gaya memegang setir satu tangan di bawah ini sangat tidak disarankan karena membuat pengemudi lambat dalam mengantisipasi keadaan darurat yang membutuhkan manuver cepat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article