Banyak pemilik sepeda motor sering kali merasa heran ketika konsumsi bahan bakar meningkat drastis meskipun kondisi mesin masih dalam keadaan prima dan rajin diservis. Asumsi umum biasanya langsung tertuju pada masalah pembakaran atau sistem injeksi yang kotor, padahal penyebab borosnya bensin tidak selalu berasal dari dalam ruang bakar melainkan dari hambatan mekanis pada kaki-kaki kendaraan.
Ketika komponen penggerak mengalami kendala, mesin dipaksa bekerja ekstra keras untuk memutar roda dan melawan hambatan friksi yang tidak normal. Hal ini mengakibatkan efisiensi termal mesin terbuang percuma hanya untuk mengatasi hambatan mekanis, sehingga jumlah bahan bakar yang terbakar tidak sebanding dengan jarak tempuh yang dihasilkan oleh putaran roda.
